Pengaruh Dukungan Sosial, Gejala Stres dan Strategi Koping Terhadap Kualitas Perkawinan pada Involuntarily Childless Couples
Abstract
Keinginan untuk memiliki anak yang belum terwujud dapat menjadi sumber
tekanan psikologis dan sosial yang memengaruhi hubungan perkawinan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial, gejala stres, dan
strategi koping terhadap kualitas perkawinan pada pasangan menikah yang belum
dikaruniai anak di empat kelurahan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta,
Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
cross-sectional yang melibatkan 35 keluarga yang dipilih menggunakan teknik
snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan istri
sebagai responden dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan IBM SPSS
Statistics versi 25. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa usia istri,
pendidikan suami dan pendapatan per kapita berhubungan positif signifikan dengan
dukungan sosial, strategi koping, dan kualitas perkawinan, serta berhubungan
negatif signifikan dengan gejala stres. Lama menikah berhubungan positif
signifikan dengan kualitas perkawinan. Dukungan sosial berhubungan negatif
signifikan dengan gejala stres serta berhubungan positif signifikan dengan strategi
koping dan kualitas perkawinan. Gejala stres berhubungan negatif signifikan
dengan strategi koping dan kualitas perkawinan, sedangkan strategi koping
berhubungan positif signifikan dengan kualitas perkawinan. Hasil uji regresi linear
berganda menunjukkan bahwa lama menikah dan strategi koping berpengaruh
positif signifikan terhadap kualitas perkawinan, sedangkan gejala stres berpengaruh
negatif signifikan terhadap kualitas perkawinan. Temuan ini menunjukkan bahwa
strategi koping dan gejala stres merupakan faktor penting yang memengaruhi
kualitas perkawinan pada pasangan menikah yang belum dikaruniai anak.

