| dc.description.abstract | Indonesia merupakan salah satu produsen cephalopoda terbesar di dunia,
tetapi posisi tersebut belum tercermin dalam kinerja ekspor ke pasar Jepang yang
dikenal sebagai pasar premium. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing
dan potensi ekspor cephalopoda beku Indonesia (HS 030743) di pasar Jepang
periode 2017–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
deskriptif komparatif dengan empat alat analisis, yaitu unit value, Revealed
Comparative Advantage (RCA), market share, dan Export Product Dynamics
(EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cephalopoda Indonesia tergolong
sebagai produk premium dengan rata-rata unit value USD 9,95/kg dan tren
peningkatan 42,2%, tetapi nilai RCA berada di bawah 1 dengan rata-rata 0,44
sehingga belum menunjukkan keunggulan komparatif. Pangsa pasar Indonesia
tergolong marginal (rata-rata 1,35%), sehingga menempatkan Indonesia pada
segmen premium niche. Berdasarkan analisis EPD, Indonesia berada pada posisi
Rising Star dengan pertumbuhan pangsa pasar 2,1% dan pertumbuhan nilai ekspor
5,7%, yang menunjukkan potensi positif meskipun tumbuh lambat. Daya saing turut
dilemahkan oleh hambatan non-tarif, tercermin dari 58 kasus penolakan oleh
MHLW yang didominasi kontaminasi bakteri coliform sebesar 50%, serta
rendahnya nilai tambah produk. Peningkatan kualitas, keamanan pangan,
konsistensi pasokan, dan hilirisasi produk menjadi langkah penting agar Indonesia
dapat bersaing lebih kuat di pasar Jepang | |