Pengaruh Kualitas Kelekatan dan Komunikasi Ayah-Anak terhadap Regulasi Emosi Anak Sekolah Dasar di Kota Bogor
Abstract
Berbagai penelitian membuktikan bahwa kemampuan regulasi emosi anak dipengaruhi oleh
orang tua, namun peran ayah dalam pembentukannya masih jarang dikaji. Penelitian ini
bertujuan menganalisis pengaruh kualitas kelekatan ayah-anak dan komunikasi ayah-anak
terhadap regulasi emosi anak. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan
melibatkan 90 pasangan ayah-anak dari tiga sekolah dasar swasta berakreditasi A di Kecamatan
Tanah Sareal, Kota Bogor, yang dipilih melalui purposive sampling. Anak kelas 4-6 SD
mengisi kuesioner kelekatan ayah-anak dan regulasi emosi, sedangkan ayah mengisi kuesioner
komunikasi ayah-anak. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson serta regresi linear
berganda. Hasil menunjukkan kualitas kelekatan ayah-anak, komunikasi ayah-anak, dan
regulasi emosi anak mayoritas berada pada kategori sedang. Lama pendidikan dan pendapatan
ayah berhubungan negatif dengan expressive suppression. Kelekatan dan komunikasi ayah-
anak secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap cognitive reappraisal, namun
secara parsial, dimensi trust salah satu dimensi kelekatan ayah-anak, berpengaruh positif
terhadap cognitive reappraisal. Sebaliknya, kelekatan dan komunikasi ayah-anak berpengaruh
signifikan terhadap expressive suppression, alienation berpengaruh negatif. Temuan ini
menunjukkan bahwa kualitas kedua pola relasi ayah-anak ini berperan terutama dalam
membentuk keleluasaan anak dalam mengekspresikan emosi, sehingga peningkatan kepekaan
ayah dan pengurangan hambatan komunikasi penting untuk mendukung perkembangan
emosional anak.
Kata kunci: anak sekolah dasar, kelekatan ayah-anak, komunikasi ayah-anak, regulasi emosi

