| dc.description.abstract | Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan ekonomi, pola asuh, dan fungsi keluarga terhadap kejadian stunting di pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 60 keluarga yang memiliki balita, terdiri atas 30 keluarga dengan balita stunting dan 30 keluarga dengan balita tidak stunting di Desa Gedepangrango, Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada usia ibu, besar keluarga, pendapatan per kapita, tekanan ekonomi objektif, pola asuh, dan fungsi sosial budaya kedua kelompok. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa usia ibu, usia ayah, dan besar keluarga berhubungan positif signifikan dengan tekanan ekonomi. Tingkat pendidikan ibu dan ayah berhubungan positif signifikan dengan pola asuh, dan berhubungan negatif signifikan dengan tekanan ekonomi objektif. Pendapatan per kapita berhubungan positif dengan pola asuh, dan berhubungan negatif dengan tekanan ekonomi. Besar keluarga dan pola asuh psikososial berhubungan positif signifikan dengan fungsi keluarga. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa pola asuh makan dan pola asuh kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting. | |