Pengaruh Dukungan Sosial, Stres Pengasuhan, dan Stimulasi Sosial-Emosional terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Prasekolah di Perdesaan
Abstract
Perkembangan sosial-emosional anak usia prasekolah diharapkan berkembang secara optimal. Namun, masih ditemukan anak dengan perkembangan sosial-emosional yang belum optimal akibat berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan sosial, stres pengasuhan, dan stimulasi sosial-emosional terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia prasekolah di perdesaan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif eksplanatori terhadap 121 pasangan ibu dan anak usia 3–6 tahun di enam desa, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi luring, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi dan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan dalam menurunkan stres pengasuhan. Sebaliknya, stres pengasuhan yang lebih tinggi berkaitan dengan menurunnya stimulasi sosial-emosional yang diberikan ibu. Namun, stimulasi sosial-emosional tidak berpengaruh signifikan terhadap perkembangan sosialemosional anak, yang mengindikasikan bahwa perkembangan anak prasekolah juga dipengaruhi oleh konteks lain diluar keluarga.

