Show simple item record

dc.contributor.advisorSuyatma, Nugraha Edhi
dc.contributor.authorWijaya, Jason Timoty
dc.date.accessioned2026-08-06T04:52:32Z
dc.date.available2026-08-06T04:52:32Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177381
dc.description.abstractIndustri pengolahan pangan memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keamanan produk. PT XYZ telah menerapkan standar ISO 22000:2018 untuk mengendalikan bahaya pangan, namun penerapannya belum dievaluasi secara mendalam untuk memastikan kesesuaian antara kondisi aktual dengan standar yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi ISO 22000:2018 dan ISO/TS 22002-1:2009 sebagai pre-requisite program (PRP) dalam sistem manajemen keamanan pangan di PT XYZ. Analisis kesenjangan dilakukan menggunakan checklist berdasarkan standar, penilaian risiko, serta analisis akar masalah menggunakan fishbone dan 5 why analysis untuk menentukan tindakan perbaikan. Hasil analisis menunjukkan tingkat pemenuhan awal sebesar 97,27% untuk ISO 22000:2018 dan 94,45% untuk ISO/TS 22002-1:2009. Setelah tindakan perbaikan, tingkat pemenuhan meningkat menjadi 98,36% untuk ISO 22000:2018 dan 95,91% untuk PRP. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,042 (p < 0,05) untuk ISO 22000:2018 dan 0,018 (p < 0,05) untuk PRP, yang membuktikan bahwa tindakan perbaikan yang diterapkan efektif dalam meningkatkan kinerja sistem manajemen keamanan pangan di industri tersebut.
dc.description.abstractThe food processing industry has a significant responsibility in ensuring product safety. PT XYZ has implemented the ISO 22000:2018 standard to control food hazards, but implementation has not been thoroughly evaluated to ensure the alignment between actual conditions and existing standards. This study aimed to evaluate the implementation of ISO 22000:2018 and ISO/TS 22002-1:2009 as pre-requisite program in the food safety management system at PT XYZ. Gap analysis was conducted using standard checklists, risk assessment, and root cause analysis using fishbone and 5 why analysis to determine corrective actions. The results showed an initial compliance level of 97,27% for ISO 22000:2018 and 94,45% for ISO/TS 22002-1:2009. Following corrective actions, the compliance level increased to 98,36% for ISO 22000:2018 and 95,91% for PRP. The wilcoxon test results showed a significance value of 0.042 (p < 0.05) for ISO 22000:2018 and 0.018 (p < 0.05) for PRP, proving that the implemented corrective actions were effective in improving the performance of the food safety management system in the industry.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2018 di PT XYZid
dc.title.alternativeA Study on the Implementation of the ISO 22000:2018 Food Safety Management System at PT XYZ
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordbottled drinking waterid
dc.subject.keywordgap analysisid
dc.subject.keywordbakeryid
dc.subject.keywordISO 22000:2018id
dc.subject.keywordpastryid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record