Show simple item record

dc.contributor.advisorHerawati, Tin
dc.contributor.advisorRizkillah, Risda
dc.contributor.authorAfriliani, Nurul
dc.date.accessioned2026-08-05T03:18:31Z
dc.date.available2026-08-05T03:18:31Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177201
dc.description.abstractStunting di perkotaan merupakan masalah multidimensi yang melibatkan berbagai faktor, termasuk aspek gizi, kesehatan, kualitas pengasuhan, dan status ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan ekonomi, ketahanan keluarga, dan kualitas pengasuhan terhadap kejadian stunting di perkotaan. Penelitian ini melibatkan 43 keluarga utuh yang memiliki anak stunting dan 43 keluarga utuh yang memiliki anak tidak stunting berusia 24-59 bulan, yang bertempat tinggal di Kelurahan Kapuk, Kota Jakarta Barat yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara tekanan ekonomi objektif, tekanan ekonomi subjektif, ketahanan keluarga, dan kualitas pengasuhan antara keluarga dengan anak stunting dan tidak stunting. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh pendapatan per kapita, tekanan ekonomi objektif, dan kualitas pengasuhan. Keluarga yang memiliki pendapatan per kapita lebih tinggi, tekanan ekonomi objektif yang lebih rendah, dan kualitas pengasuhan yang lebih baik maka memiliki peluang yang lebih besar untuk menurunkan risiko kejadian stunting pada anak di perkotaan.
dc.description.abstractStunting in urban areas is a multidimensional problem involving various factors, including nutrition, health, quality of parenting, and family economic status. This study aims to analyze the influence of economic pressure, family resilience, and quality of parenting on stunting events in urban areas. This study involved 43 intact families with stunted children and 43 intact families with non-stunted children are 24-59 months old who live in Kapuk Village, West Jakarta City, which selected using purposive sampling. Data were collected by interview using a questionnaire. The t-test results showed that there were significant differences in objective economic pressure, subjective economic pressure, family resilience, and quality of parenting between families with stunted and non-stunted children. The results of the logistic regression test showed that stunting events was influenced by percapita income, objective economic pressure, and quality of parenting. The families with high percapita income, low objective economic pressure, and good quality of parenting have a greater chance of reducing the risk of stunting in children in urban areas.
dc.description.sponsorshipPribadi
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Tekanan Ekonomi, Ketahanan Keluarga, dan Kualitas Pengasuhan terhadap Kejadian Stunting di Perkotaanid
dc.title.alternativeThe Influence of Economic Pressure, Family Resilience, and Quality of Parenting on The Incident of Stunting in Urban Areas
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordketahanan keluargaid
dc.subject.keywordkualitas pengasuhanid
dc.subject.keywordtekanan ekonomiid
dc.subject.keywordStuntingid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record