Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat pada Program BERLARI di Kota Bogor
Abstract
Kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang mendorong pemerintah mengembangkan Program BERLARI (Berkarya Melangkah untuk Mandiri). Namun, partisipasi masyarakat masih rendah dan pelaksanaan pelatihan tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik peserta, kondisi program, dan menganalisis strategi peningkatan partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap 80 peserta, SWOT, dan AHP terhadap 10 pakar. Hasil menunjukkan peserta didominasi perempuan usia produktif berpendapatan rendah dengan persepsi baik. SWOT mengidentifikasi sarana pelatihan sebagai kekuatan, pendampingan yang belum konsisten sebagai kelemahan, kemitraan dan digitalisasi pemasaran sebagai peluang, serta hambatan aksesibilitas sebagai ancaman. AHP menunjukkan aksesibilitas dan fleksibilitas (0,188) sebagai faktor utama, tokoh masyarakat (0,206) sebagai aktor kunci, pengurangan hambatan partisipasi (0,191) sebagai tujuan prioritas, dan pelibatan tokoh masyarakat lokal (0,159) sebagai strategi utama dengan nilai CR = 0,003. Poverty is a multidimensional issue that encouraged the government to develop the BERLARI (Berkarya Melangkah untuk Mandiri) Program. However, community participation remained low, and training implementation was inconsistent. This study aimed to identify participant characteristics, examine program conditions, and analyze strategies to improve community participation. The study used descriptive analysis of 80 participants, SWOT analysis, and the Analytic Hierarchy Process (AHP) involving 10 experts. The results showed that participants were predominantly low-income women of productive age with positive perceptions of the program. The SWOT analysis identified training facilities as a strength, inconsistent mentoring as a weakness, partnerships and digital marketing as opportunities, and accessibility barriers as threats. The AHP results showed that accessibility and flexibility (0.188) were the main factors, community leaders (0.206) were the key actors, reducing participation barriers (0.191) was the priority objective, and involving local community leaders (0.159) was the main strategy, with a consistency ratio (CR) of 0.003.
Collections
- UF - Management [3737]

