UJI KINERJA LAPANG DAN EVALUASI MINI KULTIVATOR UNTUK BUDIDAYA KENTANG DI LEMBANG
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
RIDHO, HISAM MUHAMMAD
Setiawan, Radite Praeko Agus
Metadata
Show full item recordAbstract
Keterbatasan tenaga kerja dan rendahnya efisiensi kerja pada budidaya
kentang secara konvensional menjadi kendala dalam pengolahan lahan dan
pemeliharaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja lapang mini
cultivator pada pekerjaan furrowing, inter-row weeding, dan pembumbunan, serta
menganalisis kelayakannya secara ekonomi dibandingkan metode manual.
Parameter yang diamati meliputi kapasitas lapang teoritis, kapasitas lapang efektif,
efisiensi lapang, konsumsi bahan bakar, pertumbuhan tanaman, hasil panen, dan
analisis ekonomi. Pada pekerjaan furrowing, diperoleh kapasitas lapang teoritis
0,146 ha jam?¹, kapasitas lapang efektif 0,11–0,12 ha jam?¹, dan efisiensi lapang
78,4%. Pada pekerjaan inter-row weeding, kapasitas lapang teoritis sebesar 0,138
ha jam?¹, kapasitas lapang efektif 0,103 ha jam?¹, dan efisiensi lapang mencapai
74,3%, sedangkan pada pembumbunan kapasitas lapang efektif mencapai 0,096 ha
jam?¹. Secara ekonomi, metode mekanis menghasilkan keuntungan Rp34.915.552
ha?¹ dengan R/C Ratio 1,23, IRR 21,07%, dan payback period 5,84 musim tanam,
sedangkan metode manual rugi Rp161.643.303 ha?¹ dengan R/C Ratio 0,52.
Penggunaan mini cultivator meningkatkan efisiensi lapang dan kelayakan ekonomi
budidaya kentang. Limited labor availability and low work efficiency in conventional potato
cultivation are constraints in land preparation and crop maintenance. This study
evaluated the field performance of a mini cultivator in furrowing, inter-row
weeding, and hilling operations. It also analyzed the economic feasibility of the
cultivator compared to manual methods. Observed parameters included theoretical
field capacity, effective field capacity, field efficiency, fuel consumption, plant
growth, yield, and economic return. In furrowing, the mini cultivator produced a
theoretical capacity of 0.146 ha h?¹, an effective capacity of 0.11–0.12 ha h?¹, and a
field efficiency of 78.4%. In inter-row weeding, the theoretical capacity was 0.138
ha h?¹, effective capacity was 0.103 ha h?¹, and field efficiency reached 74.3%,
while hilling capacity reached 0.096 ha h?¹. Economically, the mechanized method
generated a profit of IDR 34,915,552 ha?¹ with an R/C Ratio of 1.23, an IRR of
21.07%, and a payback period of 5.84 cropping seasons. Conversely, the manual
method incurred a loss of IDR 161,643,303 ha?¹ with an R/C Ratio of 0.52. Using
a mini cultivator improved field efficiency and economic feasibility.

