Kesenjangan dan Tindakan Perbaikan dalam Penerapan ISO 17025 pada PT XYZ
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Wibisono, Fannan Cakti
Rahayu, Winiati Pudji
Metadata
Show full item recordAbstract
Jaminan keamanan pangan melalui data laboratorium yang valid merupakan prasyarat mutlak dalam perdagangan global dan kepatuhan regulasi. PT XYZ sebagai industri makanan ringan diwajibkan oleh manajemen pusat untuk menerapkan ISO/IEC 17025:2017 guna memastikan kompetensi teknis laboratoriumnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesesuaian penerapan standar, mengidentifikasi celah kesenjangan secara spesifik pada setiap klausul, serta merumuskan dokumen usulan tindakan perbaikan yang aplikatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapang, wawancara, dan audit dokumen dengan instrumen checklist yang mengacu pada SNI ISO/IEC 17025:2017. Analisis kesenjangan dilakukan dengan sistem skoring 0-5 untuk memetakan perbedaan antara kondisi aktual dengan persyaratan standar. Hasil penelitian mengidentifikasi total kesenjangan sebesar 44 poin, dengan persentase ketidaksesuaian terbesar ditemukan pada Klausul 7 (Persyaratan Proses) yaitu 36,36%. Sebagai langkah perbaikan, telah disusun 14 dokumen sistem manajemen mutu yang mencakup aspek manajerial (pedoman ketidakberpihakan, pendelegasian tugas, prosedur tinjauan manajemen) dan aspek teknis (instruksi kerja verifikasi metode Angka Lempeng Total, pengecekan timbangan, dan pengendalian fasilitas) untuk mendukung persiapan akreditasi laboratorium. Food safety assurance through valid laboratory data is an absolute prerequisite for global trade and regulatory compliance. This research aims to evaluate the level of suitability of standard implementation, identify specific gaps in each clause, and formulate a document that proposes applicable corrective actions. The research method uses a qualitative approach through field observations, interviews, and document audits with checklist instruments that refer to SNI ISO/IEC 17025:2017. Gap analysis is carried out using a 0-5 scoring system to map the differences between actual conditions and standard requirements. The research results identified a total gap of 44 points, with the largest percentage of discrepancy found in Clause 7 (Process Requirements), namely 36.36%. As an improvement step, 14 quality management system documents have been prepared that cover managerial aspects (impartiality guidelines, task delegation, management review procedures) and technical aspects (work instructions for Total Plate Count method verification, checking between scales, and facility control) to close implementation gaps and support laboratory accreditation preparations.

