Show simple item record

dc.contributor.advisorRosiana, Nia
dc.contributor.authorAbdilah, Fauji
dc.date.accessioned2026-08-04T00:08:20Z
dc.date.available2026-08-04T00:08:20Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176949
dc.description.abstractKecamatan Ciwidey merupakan sentra kopi arabika di Kabupaten Bandung, namun potensi produksi belum proposional diterima dengan adil di tingkat petani, dimana petani yang menjual kopi dalam bentuk cherry hanya menerima distribusi marjin sebesar 7,7 persen dan aktor hilir seperti eksportir mendapatkan margin tertinggi sebesar 26,8 persen. Hal ini diperkuat dengan adanya kesenjangan harga kopi di tingkat produsen dan konsumen serta distribusi nilai tambah yang tidak merata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, efisiensi pemasaran, dan nilai tambah kopi arabika di Kecamatan Ciwidey. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara menggunakan kuesioner serta data pendukung dari instansi terkait. Hasil penelitian menujukan terdapat dua pola pemasaran yaitu, pemasaran kopi arabika specialty yang terdiri dari dua saluran pemasaran dan pemasaran kopi arabika reguler yang terdiri dari tujuh saluran. Pada saluran pemasaran spesialty seluruhnya telah efisien. Sementara itu, pada saluran pemasaran kopi arabika reguler saluran tiga, empat, lima dan enam telah efisien, sedangkan saluran tujuh, delapan, dan sembilan belum efisien. Secara umum metode pengolahan specialty membentuk nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pengolahan reguler.
dc.description.abstractCiwidey District is a center for Arabica coffee in Bandung Regency, but the production potential hasn't been fairly received at the farmer level, where farmers selling coffee as cherries only get a margin distribution of 7.7 percent, while downstream actors like exporters get the highest margin at 26.8 percent. This is reinforced by the gap in coffee prices between producers and consumers, as well as uneven value-added distribution. Therefore, this study aims to analyze the marketing channels, marketing efficiency, and value addition of Arabica coffee in Ciwidey District. The methods used are qualitative and quantitative analysis. Research data was obtained from observations, interviews using questionnaires, and supporting data from related agencies. The research results show that there are two marketing patterns, namely, specialty Arabica coffee marketing, which consists of two marketing channels, and regular Arabica coffee marketing, which consists of seven channels. All the specialty marketing channels are already efficient. Meanwhile, in the regular Arabica coffee marketing channels, channels three, four, five, and six are efficient, while channels seven, eight, and nine are not efficient yet. Overall, the specialty processing method creates higher added value compared to the regular processing method.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEfisiensi Pemasaran dan Nilai Tambah Kopi Arabika di Kecamatan Ciwideyid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordAdded Vauleid
dc.subject.keywordArabica Coffeeid
dc.subject.keywordmarketing efficiencyid
dc.subject.keywordfarmer's shareid
dc.subject.keywordMarketing Channelid
dc.subject.keywordefisiensi pemasaranid
dc.subject.keywordkopi arabikaid
dc.subject.keywordmargin pemasaranid
dc.subject.keywordanalisis nilai tambahid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record