Show simple item record

dc.contributor.advisorDianah, Rosyda
dc.contributor.authorZAHRAN, MUHAMMAD AIMAR
dc.date.accessioned2026-08-01T04:18:46Z
dc.date.available2026-08-01T04:18:46Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176757
dc.description.abstractAnemia masih menjadi masalah gizi pada remaja sehingga diperlukan pangan selingan kaya zat besi dengan daya terima yang baik. Tepung bayam merah mengandung zat besi, sedangkan buah naga mengandung vitamin C yang berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan muffin dengan substitusi tepung bayam merah dan buah naga sebagai alternatif pangan selingan untuk mendukung pencegahan anemia pada remaja. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri atas tiga formulasi, yaitu F1 (10% tepung bayam merah + 10% buah naga), F2 (20% tepung bayam merah + 20% buah naga), dan F3 (30% tepung bayam merah + 30% buah naga). Uji organoleptik dilakukan terhadap 126 panelis semi-terlatih, kemudian data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjutan Mann–Whitney. Formula F1 merupakan formula terpilih dengan kandungan energi 298,7 kkal, protein 8,18%, lemak 9,2%, karbohidrat 45,8%, kadar air 33,3%, kadar abu 3,51%, dan besi (Fe) sebesar 7,8.
dc.description.abstractAnemia remains a nutritional problem among adolescents, making it necessary to provide iron-rich snacks that are well-accepted. Red spinach flour contains iron, while dragon fruit contains vitamin C, which plays a role in enhancing iron absorption. This study aims to develop muffins using red spinach flour and dragon fruit as substitutes, as an alternative snack to support the prevention of anemia in adolescents. The study employed a laboratory experimental design using a onefactor completely randomized design (CRD) consisting of three formulations: F1 (10% red spinach flour + 10% dragon fruit), F2 (20% red spinach flour + 20% dragon fruit), and F3 (30% red spinach flour + 30% dragon fruit). Organoleptic testing was conducted on 126 semi-trained panelists, and the data were analyzed using the Kruskal–Wallis test and the follow-up Mann–Whitney test. Formula F1 was selected as the optimal formula, with an energy content of 298.7 kcal, protein 8.18%, fat 9.2%, carbohydrates 45.8%, moisture 33.3%, ash 3.51%, and iron (Fe) 7.8.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleFormulasi Muffin dengan Substitusi Tepung Bayam Merah dan Buah Naga sebagai Alternatif Selingan Remaja Anemiaid
dc.title.alternative
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordAnemiaid
dc.subject.keyworddragon fruitid
dc.subject.keywordsnackid
dc.subject.keywordmuffinid
dc.subject.keywordred spinach flourid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record