| dc.description.abstract | Limbah tikus merupakan limbah organik non-konvensional yang jarang dimanfaatkan dan sering dianggap sebagai pencemaran lingkungan, namun mengandung bahan biodegradable yang berpotensi untuk proses digesti anaerob. Peningkatan efisiensi produksi biogas dapat dilakukan melalui penambahan aktivator biologis seperti Microbacter Alfaafa 11 (MA-11). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi produksi biogas dari kotoran tikus dengan berbagai konsentrasi MA-11. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan, yaitu 0 mL, 50 mL, 100 mL, 150 mL, dan 200 mL MA-11, masing-masing diulang sebanyak tiga kali sehingga total terdapat 15 digester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi MA-11 mempercepat degradasi bahan organik dan secara signifikan meningkatkan produksi biogas dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan 50 mL dan 100 mL menghasilkan volume biogas tertinggi, durasi nyala api terpanjang, serta warna api biru yang stabil, yang menunjukkan kandungan metana lebih tinggi. MA-11 memberikan pengaruh positif terhadap produksi biogas dari kotoran tikus dan berpotensi mendukung pemanfaatan limbah menjadi energi dalam sistem ekonomi sirkular. | |