Performa Karkas dan Non-Karkas Puyuh (Cortunix cortunix japonica) Betina yang Diberi Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.)
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak pemberian ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) melalui air minum terhadap performa karkas dan non-karkas puyuh betina (Cortunix cortunix japonica) serta menentukan dosis optimal yang dapat meningkatkan performa karkas. Sebanyak 90 ekor puyuh betina umur 34 minggu digunakan dalam penelitian ini dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan dan diulang tiga kali setiap taraf perlakuan. Taraf perlakuan terdiri atas P0 (kontrol), P1 (3% ekstrak daun bandotan), dan P2 (4,5% esktrak daun bandotan). Peubah yang diamati meliputi karakteristik karkas dan non- karkas. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun bandotan sangat nyata (p < 0,01) meningkatkan bobot hidup dan nyata meningkatkan bobot potong (p < 0,05). Dosis 3% berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap karkas. Bobot karkas terbesar 129,5 g ekor-1 dan bobot karkas edible 96 g ekor-1. Sebagian besar komponen non-karkas tidak dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan. Ekstrak daun bandotan pada dosis 3% mampu meningkatkan bobot karkas dan bobot karkas edible puyuh betina. This study aimed to evaluate the effect of bandotan leaf extract (Ageratum conyzoides L.) given through drinking water on the carcass and non-carcass performance of female quails (Cortunix cortunix japonica) and to determine the optimal dose that can improve carcass quality. A total of 90 hen quails aged 34 weeks were used in this study using a completely randomized design (CRD) with three treatments and three replicates. The treatments consisted of P0 (control), P1 (3%), and P2 (4,5%). The observed variables included carcass and non-carcass characteristics. Data were variance analyzed (ANOVA) and followed by Tukey’s test. The results showed that the administration of bandotan leaf extract significantly increase the bodyweight (P < 0,01) and slaughter weight (P < 0,05). The dose at 3% (P1) produced the best carcass performance with a carcass weight of 129,5 g per bird and an edible carcass weight of 96 g per bird. Most non-carcass components were not significantly affected by the treatments. Bandotan leaf extract at a 3% dose effectively improved the carcass performance of female quails by enhancing digestive tract health and optimizing nutrient utilization.

