Pengaruh Tekanan Ekonomi, Religiusitas, dan Strategi Koping terhadap Ketahanan Keluarga Pelaku Judi Online
Date
2026Author
Ramdhaniah, 'Aadilah Nur
Herawati, Tin
Pratiwi, Ismayanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah meningkatkan akses terhadap judi online di Indonesia dan mulai mengancam stabilitas keluarga, terutama pada keluarga berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan ekonomi, religiusitas, dan strategi koping terhadap ketahanan keluarga pelaku judi online di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 30 keluarga lengkap yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan istri sebagai responden. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa usia istri berhubungan positif signifikan dengan religiusitas. Besar keluarga berhubungan positif signifikan dengan tekanan ekonomi objektif dan subjektif serta berhubungan negatif signifikan dengan ketahanan keluarga. Pendapatan per kapita berhubungan positif signifikan dengan ketahanan keluarga. Tekanan ekonomi objektif dan subjektif berhubungan negatif signifikan dengan ketahanan keluarga. Religiusitas berhubungan positif signifikan dengan strategi koping berfokus emosi. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa usia istri, besar keluarga, dan tekanan ekonomi subjektif berpengaruh negatif terhadap ketahanan keluarga. Sebaliknya, religiusitas berpengaruh positif terhadap ketahanan keluarga. The rapid development of digital technology has increased access to online gambling in Indonesia and has begun to threaten family stability, particularly among low-income families. This study aimed to examine the effects of economic pressure, religiosity, and coping strategies on the family strength of families involved in online gambling in Bondongan Village, South Bogor District, Bogor City. The study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and involved 30 intact families selected through purposive sampling. Data were collected through structured interviews with wives as respondents and analyzed using Microsoft Excel and IBM SPSS Statistics version 25. The correlation analysis showed that wives’ age was positively associated with religiosity. Family size was positively associated with both objective and subjective economic pressure and negatively associated with family strength. Per capita income was positively associated with family strength. Both objective and subjective economic pressure were negatively associated with family strength. Religiosity was positively associated with emotion-focused coping strategies. Multiple regression analysis revealed that wives’ age, family size, and subjective economic pressure had negative effects on family strength. In contrast, religiosity had a positive effect on family strength.

