Show simple item record

dc.contributor.advisorEndrawati, Yuni Cahya
dc.contributor.advisorAtmowidi, Tri
dc.contributor.authorAPRILA, RAMANDA KARINA
dc.date.accessioned2026-07-23T22:46:57Z
dc.date.available2026-07-23T22:46:57Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175657
dc.description.abstractTelur ulat sutra eri (Samia cynthia ricini) memiliki periode penetasan yang relatif singkat dan tanpa diapause sehingga diperlukan pengaturan waktu penetasan untuk meningkatkan efisiensi budidaya. Penyimpanan suhu rendah dapat digunakan untuk menunda perkembangan embrio, namun berpotensi menurunkan viabilitas. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh perendaman etilen glikol (EG) 1 Molar terhadap perkembangan embrio, daya tetas, dan durasi penundaan penetasan. Suhu inkubator yang digunakan adalah 10 °C. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 3 × 2 dengan faktor lama penyimpanan (7 dan 10 hari) dan lama perendaman EG (0, 3, 5, dan 7 menit). Hasil menunjukkan bahwa lama penyimpanan berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap durasi penetasan dan penundaan penetasan, sedangkan perendaman etilen glikol tidak berpengaruh nyata. Penyimpanan selama 10 hari menyebabkan perlambatan perkembangan embrio yang lebih besar dibandingkan 7 hari, sedangkan daya tetas pada perlakuan etilen glikol cenderung lebih rendah dibandingkan kontrol namun tidak berbeda nyata (p > 0,05).
dc.description.abstractThe eggs of the eri silkworm (Samia cynthia ricini) have a relatively short incubation period and do not undergo diapause, making hatch timing management necessary to improve rearing efficiency. Low temperature storage can be used to delay embryonic development but may reduce viability. This study evaluated the effect of 1 M ethylene glycol (EG) immersion on embryonic development, hatchability, and hatch delay. Eggs were stored at 10 °C in an incubator. The experiment employed a factorial completely randomized design (CRD) with storage duration (7 and 10 days) and EG immersion time (0, 3, 5, and 7 min) as factors. The results showed that storage duration significantly affected (p < 0.05) hatching duration and hatch delay, whereas ethylene glycol immersion had no significant effect. Storage for 10 days caused greater retardation of embryonic development than storage for 7 days, while hatchability tended to be lower in the ethylene glycol treatments than in the control, although the difference was not significant (p > 0.05).
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnimal Productionid
dc.subject.ddcSilkwormid
dc.titlePerkembangan Embrio Telur Ulat Sutra Eri (Samia cynthia ricini) pada Berbagai Lama Perendaman Etilen Glikol 1 Molarid
dc.title.alternativeEmbryonic Development of Eri Silkworm (Samia cynthia ricini) Subjected to Different Immersion Durations in 1 Molar Ethylene Glycol.
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordetilen glikolid
dc.subject.keywordpenyimpanan dinginid
dc.subject.keywordperkembangan embrioid
dc.subject.keywordSamia cynthia riciniid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record