Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Puyuh Salwa Quail di Desa Bojong Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor
Date
2026Author
Syahrani, Alya Nabila
Dekrityana, Lucia Cyrilla Eko Nugrohowati Supriyadi
Afnan, Rudi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengembangan usaha peternakan puyuh memerlukan strategi yang tepat berdasarkan kondisi perusahaan. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan usaha peternakan puyuh Salwa Quail di Desa Bojong. Metode yang digunakan studi kasus dengan teknik wawancara terhadap pemilik usaha, karyawan, agen, dan pakar akademisi. Data dianalisis deskriptif menggunakan matriks IFAS, EFAS, IE, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan faktor kekuatan utama adalah pakan berkualitas dan ketersediaan tenaga kerja tercukupi, sedangkan kelemahan utama adalah administrasi yang kurang terorganisir. Faktor peluang utama adalah penjualan tinggi, pemasaran produk mudah, permintaan produk tinggi, harga stabil, dan kualitas produk terjamin. Sedangkan ancaman utama adalah keluhan masyarakat akibat limbah. Posisi usaha pada matriks IE berada pada sel 1 (Grow and Build). Strategi pada analisis SWOT meningkatkan kapasitas produksi, mempertahankan kualitas produk, memperbaiki sistem administrasi usaha, meningkatkan keterampilan sumber daya manusia, serta menerapkan pengelolaan limbah.
Kata kunci: analisis SWOT, puyuh petelur, strategi pengembangan The development of laying quail farming businesses requires appropriate strategies based on conditions. This study aimed to analyze these factors and formulate development strategies for Salwa Quail Farm in Bojong Village. A case study approach was used, with data collected through interviews with the business owner, employees, agents, and academic experts. Data were analyzed descriptively using the IFAS, EFAS, IE, and SWOT matrices. The results showed that the main strengths were high-quality feed and adequate labor availability, while the primary weakness was poor administrative management. The main opportunities included high sales, strong market demand, easy product marketing, stable prices, and assured product quality, whereas the major threat was community complaints regarding waste. The IE matrix positioned the business in cell I (Grow and Build). Recommended strategies include increasing production capacity, maintaining product quality, improving administrative systems, enhancing human resource skills, and implementing proper waste management.
Keywords: development strategy, laying quail, SWOT analysis

