ANALISIS RANTAI NILAI DAN NILAI TAMBAH PRODUK SUSU SEGAR DAN SUSU PASTEURISASI DI EDUWISATA CIBUGARY FARM
Date
2026Author
Mu'ammar, Achmad Fayyadh
Dekrityana, Lucia Cyrilla Eko Nugrohowati Supriyadi
Komala, Iyep
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan permintaan protein hewani di Indonesia mendorong
pengembangan produk susu olahan sebagai upaya peningkatan nilai ekonomis susu
segar. Penelitian ini bertujuan menganalisis rantai nilai, mengevaluasi penerapan
cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB), dan menghitung nilai tambah
produk susu pasteurisasi di Eduwisata Cibugary Farm, Jakarta Timur. Penelitian
dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026 menggunakan metode wawancara,
observasi lapang, dan analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rantai nilai Cibugary Farm mencakup aktivitas utama mulai
dari logistik masuk, operasional produksi dengan kapasitas 700 L/hari, logistik
keluar, hingga pemasaran berbasis media sosial dan konsep eduwisata. Penerapan
CPPOB memperoleh rating B (Baik) dengan skor ketidaksesuaian sebesar 15 poin
yang terdiri dari 8 ketidaksesuaian minor dan 6 ketidaksesuaian mayor. Nilai
tambah susu pasteurisasi plain sebesar Rp3.717,65/L dengan rasio 26% dan tingkat
keuntungan 47%, sedangkan susu pasteurisasi varian rasa menghasilkan nilai
tambah Rp11.900,00/L dengan rasio 53% dan tingkat keuntungan 60% The increasing demand for animal protein in Indonesia has driven the
development of processed dairy products as an effort to enhance the economic value
of fresh milk. This study aimed to analyze the value chain, evaluate the
implementation of good manufacturing practices (GMP), and calculate the value
added of pasteurized milk products at Cibugary Farm Edu-tourism, East Jakarta.
The research was conducted from February to March 2026 using interview methods,
field observation, and value added analysis based on the Hayami method. The
results showed that the value chain of Cibugary Farm encompasses primary
activities including inbound logistics, production operations with a capacity of
700/L day, outbound logistics, and marketing through social media and edu-tourism
concept. GMP implementation received a rating of B (good) with a non-conformity
score of 15 points, consisting of 8 minor and 6 major non-conformities. The value
added of plain pasteurized milk was IDR3,717.65/L with a ratio of 26% and a profit
rate of 47%, while flavored pasteurized milk generated a value added of
IDR11,900.00/L with a ratio of 53% and a profit rate of 60%

