Show simple item record

dc.contributor.advisorTrisyulianti, Erlin
dc.contributor.authorHANIM, FAYZA RACHMELIA AYUNINA
dc.date.accessioned2026-07-20T02:41:23Z
dc.date.available2026-07-20T02:41:23Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175080
dc.description.abstractTransformasi organisasi menuju keberlanjutan menuntut integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam manajemen risiko. Di PT XYZ, integrasi ini masih berada pada tahap pengembangan dan belum didukung strategi berbasis prioritas. Penelitian bertujuan mengidentifikasi persepsi pakar terhadap aktor dan alternatif strategi, serta merumuskan prioritas strategi penerapan manajemen risiko untuk mendukung transformasi organisasi berbasis ESG di perusahaan tersebut. Penelitian menggunakan metode Delphi dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risk assessment merupakan faktor prioritas utama, dengan Direktur Keuangan dan Divisi Manajemen Risiko sebagai aktor kunci, serta reframing sebagai prioritas tujuan transformasi. Strategi yang paling direkomendasikan adalah pengembangan budaya organisasi berorientasi keberlanjutan, diikuti keterlibatan pemangku kepentingan serta pemantauan dan evaluasi berkelanjutan. Keberhasilan penerapan manajemen risiko berbasis ESG tidak semata ditentukan oleh penguatan sistem, melainkan oleh sejauh mana nilai keberlanjutan tertanam dalam budaya organisasi.
dc.description.abstractOrganizational transformation toward sustainability requires integrating Environmental, Social, and Governance (ESG) principles into risk management. At PT XYZ, this integration remains underdeveloped and is not yet supported by a priority-based strategy. This study aimed to identify experts' perceptions of the actors and strategic alternatives, and to formulate priority strategies for implementing risk management in supporting ESG-based organizational transformation at the company. The study used the Delphi method and the Analytic Hierarchy Process (AHP). The results showed that risk assessment was the top priority factor, with the Finance Director and Risk Management Division as key actors, and reframing as the most urgent transformation goal. The most recommended strategy was developing a sustainability-oriented organizational culture, followed by stakeholder engagement and continuous monitoring and evaluation. The success of ESG-based risk management was determined not only by strengthening systems, but by how deeply sustainability values were embedded in the organizational culture.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Penerapan Manajemen Risiko dalam Mendukung Transformasi Organisasi Berbasis ESGid
dc.title.alternativeStrategy for Implementing Risk Management in Supporting ESG-Based Organizational Transformation
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordAHPid
dc.subject.keywordESGid
dc.subject.keywordOrganizational Transformationid
dc.subject.keywordRisk Managementid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record