Show simple item record

dc.contributor.advisorDharmawan, Arya Hadi
dc.contributor.authorSALMA, TSURAYYA KHUMAIRA
dc.date.accessioned2026-07-17T03:08:06Z
dc.date.available2026-07-17T03:08:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174932
dc.description.abstractPencemaran lingkungan akibat limbah ternak dan ketergantungan energi fosil mendorong pengembangan biogas sebagai energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis status keberlanjutan biogas, mengidentifikasi atribut sensitif, dan merumuskan strategi peningkatannya. Dengan metode kuantitatif dan kualitatif melalui survei terhadap 35 rumah tangga dan wawancara mendalam, dianalisis menggunakan Rapfish berbasis Multidimensional Scaling (MDS) pada enam dimensi sosial, ekonomi, ekologi, teknologi, kelembagaan, dan partisipasi. Hasil menunjukkan status biogas cukup berkelanjutan dengan nilai indeks rata-rata 52,79. Dimensi kelembagaan menjadi satu-satunya dimensi tidak berkelanjutan (15,43) akibat minimnya pendampingan dan absennya organisasi pengelola lokal. Penelitian ini menginkorporasi dimensi partisipasi sebagai dimensi baru yang menghasilkan nilai cukup berkelanjutan (63,45), serta mengidentifikasi 12 atribut sensitif lintas dimensi. Penguatan kelembagaan lokal merupakan prasyarat utama keberhasilan seluruh strategi peningkatan keberlanjutan.
dc.description.abstractEnvironmental pollution from livestock waste and fossil energy dependence drive the development of biogas as a renewable energy source. This study aims to assess biogas sustainability status, identify sensitive attributes, and formulate improvement strategies. Using quantitative and qualitative methods through a survey of 35 households and in-depth interviews, data were analyzed using Rapfish-based Multidimensional Scaling (MDS) across six dimensions: social, economic, ecological, technological, institutional, and participatory. Results indicate a moderately sustainable biogas status with an average index of 52.79. The institutional dimension was the sole unsustainable dimension (15.43), reflecting minimal post-installation assistance and the absence of local management organizations. This study incorporates the participatory dimension as a novel addition yielding a moderately sustainable value (63.45), and identifies 12 sensitive attributes across dimensions. Strengthening local institutions is the primary prerequisite for the success of all sustainability improvement strategies.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Keberlanjutan Biogas dari Limbah Ternak sebagai Sumber Energi Terbarukan (Kasus: Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung)id
dc.title.alternativeSustainability Analysis of Biogas from Livestock Waste as a Source of Renewable Energy (Case Study: Margamukti Village, Pangalengan District, Bandung Regency)
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbiogasid
dc.subject.keywordenergi terbarukanid
dc.subject.keywordkeberlanjutanid
dc.subject.keywordlimbah ternakid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record