Analisis Keberlanjutan Biogas dari Limbah Ternak sebagai Sumber Energi Terbarukan (Kasus: Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung)
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
SALMA, TSURAYYA KHUMAIRA
Dharmawan, Arya Hadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pencemaran lingkungan akibat limbah ternak dan ketergantungan energi fosil mendorong pengembangan biogas sebagai energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis status keberlanjutan biogas, mengidentifikasi atribut sensitif, dan merumuskan strategi peningkatannya. Dengan metode kuantitatif dan kualitatif melalui survei terhadap 35 rumah tangga dan wawancara mendalam, dianalisis menggunakan Rapfish berbasis Multidimensional Scaling (MDS) pada enam dimensi sosial, ekonomi, ekologi, teknologi, kelembagaan, dan partisipasi. Hasil menunjukkan status biogas cukup berkelanjutan dengan nilai indeks rata-rata 52,79. Dimensi kelembagaan menjadi satu-satunya dimensi tidak berkelanjutan (15,43) akibat minimnya pendampingan dan absennya organisasi pengelola lokal. Penelitian ini menginkorporasi dimensi partisipasi sebagai dimensi baru yang menghasilkan nilai cukup berkelanjutan (63,45), serta mengidentifikasi 12 atribut sensitif lintas dimensi. Penguatan kelembagaan lokal merupakan prasyarat utama keberhasilan seluruh strategi peningkatan keberlanjutan. Environmental pollution from livestock waste and fossil energy dependence drive the development of biogas as a renewable energy source. This study aims to assess biogas sustainability status, identify sensitive attributes, and formulate improvement strategies. Using quantitative and qualitative methods through a survey of 35 households and in-depth interviews, data were analyzed using Rapfish-based Multidimensional Scaling (MDS) across six dimensions: social, economic, ecological, technological, institutional, and participatory. Results indicate a moderately sustainable biogas status with an average index of 52.79. The institutional dimension was the sole unsustainable dimension (15.43), reflecting minimal post-installation assistance and the absence of local management organizations. This study incorporates the participatory dimension as a novel addition yielding a moderately sustainable value (63.45), and identifies 12 sensitive attributes across dimensions. Strengthening local institutions is the primary prerequisite for the success of all sustainability improvement strategies.

