Performa Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Strain Sprague Dawley dengan Pemberian Pakan Berbeda Selama Pengangkutan pada Malam Hari
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pemberian pakan berbeda selama pengangkutan malam hari terhadap performa fisiologis tikus putih (Rattus norvegicus) jantan strain Sprague Dawley serta mengidentifikasi parameter noninvasif yang paling sensitif untuk mendeteksi stres transportasi. Penelitian menggunakan 135 ekor tikus putih jantan dengan bobot 130-140 g yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu tanpa pakan, pemberian wortel, dan pemberian jagung selama pengangkutan selama 4 jam. Peubah yang diamati meliputi susut bobot badan, konsumsi pakan, mortalitas, waktu rekondisi, serta kondisi lingkungan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan selama transportasi berada pada kategori tanpa tekanan panas dengan nilai Temperature Humidity Index (THI) rata-rata 76,16. Pemberian pakan selama transportasi mampu menekan susut bobot badan dibandingkan tanpa pakan. Perlakuan jagung menghasilkan susut bobot badan terendah (4,32%), sedangkan tanpa pakan menghasilkan susut bobot badan tertinggi (7,57%) serta waktu rekondisi lebih lama. Tidak ditemuka mortalitas pada seluruh perlakuan. Pemberian jagung merupakan perlakuan terbaik dalam mempertahankan performa fisiologis tikus selama transportasi, sedangkan penurunan bobot badan merupakan parameter noninvasif paling sensitif untuk mendeteksi stres transportasi.

