Show simple item record

dc.contributor.advisorHidayatulloh, Furqon Syarief
dc.contributor.authorFITRAH, RIZQY WAHYU
dc.date.accessioned2026-07-09T23:55:11Z
dc.date.available2026-07-09T23:55:11Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174315
dc.description.abstractMuara Gembong memiliki potensi perikanan kepiting bakau dan ekosistem mangrove, namun pengembangannya belum optimal akibat degradasi lingkungan pesisir, pencemaran perairan, keterbatasan pengetahuan teknis, kelembagaan yang belum kuat, serta akses lahan yang terbatas. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan wanamina sebagai teknologi budidaya ramah lingkungan memerlukan strategi yang sesuai dengan kapasitas dan karakteristik masyarakat agar berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi, serta menentukan prioritas strategi pengembangan masyarakat pesisir berbasis sistem wanamina di Muara Gembong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan kuesioner kepada akademisi, pemerintah, kelompok nelayan, dan pembudidaya kepiting. Analisis dilakukan menggunakan matriks evaluasi faktor internal, evaluasi faktor eksternal, internal-eksternal, analisis kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, dan Quantitative Strategic Planning Matrix. Hasil penelitian menunjukkan posisi pengembangan berada pada kondisi tumbuh dan berkembang. Strategi prioritas adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rehabilitasi dan pemberdayaan kawasan pesisir melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah.
dc.description.abstractMuara Gembong has considerable potential in mangrove crab fisheries and mangrove ecosystems; however, its development remains suboptimal due to coastal environmental degradation, water pollution, limited technical knowledge, weak institutions, and restricted land access. This study aims to analyze internal and external factors, formulate alternative strategies, and determine priority strategies for silvofishery-based coastal community development. A qualitative descriptive approach was employed through interviews and questionnaires involving academics, government representatives, fisher groups, and mangrove crab farmers. Data were analyzed using the Internal Factor Evaluation, External Factor Evaluation, Internal–External, SWOT, and Quantitative Strategic Planning Matrix. The results indicate a grow-and-build position, with the priority strategy focused on strengthening community participation in coastal rehabilitation and empowerment through collaboration with the government.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengembangan Masyarakat Pesisir Berbasis Sistem Wanamina di Muara Gembongid
dc.title.alternativeCommunity Development through a Silvofishery System in Muara Gembong
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordmasyarakat pesisirid
dc.subject.keywordpemberdayaan masyarakatid
dc.subject.keywordstrategi pengembanganid
dc.subject.keywordanalisis swotid
dc.subject.keywordWanaminaid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record