Pemetaan dan Identifikasi Sistem Pengelolaan Limbah Peternakan Sapi Perah di Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah (KUNAK) Bogor.
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
HAIKAL, MHD. ADITYA
Zahra, Windi Al
Fitriyani, Indri Hapsari
Metadata
Show full item recordAbstract
MHD. ADITYA HAIKAL. Pemetaan dan Identifikasi Sistem Pengelolaan Limbah Peternakan Sapi Perah di Kawasana Usaha Peternakan Sapi Perah (KUNAK) Bogor. Dibimbing oleh WINDI AL ZAHRA dan INDRI HAPSARI FITRIYANI.
Peningkatan populasi sapi perah Friesian Holstein di Indonesia telah meningkatkan produksi limbah ternak, terutama feses, yang dapat menimbulkan risiko lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian bertujuan memetakan praktik pengelolaan limbah di KUNAK Bogor menggunakan pendekatan geospasial. Data dikumpulkan dari 30 peternak melalui observasi, pemetaan GPS, analisis GIS, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 86,66% peternak menerapkan pengelolaan limbah secara langsung ke lahan, 6,67% memanfaatkan biogas, dan 6,67% tidak mengolah limbah. Tanah pada area yang terpapar slurry memiliki kadar hara lebih tinggi dibandingkan area yang tidak terpapar, menunjukkan bahwa aplikasi slurry dapat meningkatkan kesuburan tanah. Secara keseluruhan, aplikasi langsung ke lahan merupakan praktik yang paling dominan.
Kata kunci: Kunak, pemetaan spasial, pengelolaan limbah, sapi perah, QGIS. MHD. ADITYA HAIKAL. Mapping and Identification of Dairy Cattle Waste Management Systems in Bogor Dairy Cattle Business Area (KUNAK) Bogor. Supervised by WINDI AL ZAHRA and INDRI HAPSARI FITRIYANI.
The increasing population of Friesian Holstein dairy cattle in Indonesia has led to a rise in livestock waste production, especially manure, which may pose environmental risks if not properly managed. This study aimed to map waste management practices in KUNAK Bogor using a geospatial approach. Data were collected from 30 dairy farmers through field observations, GPS mapping, GIS analysis, and interviews, and were analyzed descriptively. The results showed that 86.66% of farmers applied manure directly to agricultural land, 6.67% utilized biogas systems, and 6.67% did not process manure. Soil in areas exposed to slurry exhibited higher nutrient concentrations than soil in non-exposed areas, indicating that slurry application can enhance soil fertility. Overall, direct land application was the predominant waste management practice.
Keywords: Dairy cattle, Kunak, spatial mapping, QGIS, waste management.

