Show simple item record

dc.contributor.advisorHidayati, Nurul
dc.contributor.authorDEWANTO, ADITYA
dc.date.accessioned2026-07-01T01:07:34Z
dc.date.available2026-07-01T01:07:34Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173838
dc.description.abstractKepiting bakau merupakan komoditas akuakultur yang potensial untuk dikembangkan. Namun, dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya produktivitas dan survival rate. Hal ini dialami oleh kelompok Muge Crab yang mengembangkan usaha penggemukan kepiting dengan teknologi wanamina. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan dan merumuskan strategi pengembangan usaha budidaya penggemukan kepiting dengan teknologi wanamina. Penelitian dilakukan pada Oktober 2025–Mei 2026 di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Analisis yang dilakukan meliputi studi kelayakan nonfinansial dan finansial, PESTLE, SWOT, dan pairwise comparison. Hasil penelitian menunjukkan usaha layak dijalankan, meskipun beberapa aspek non finansial masih perlu ditingkatkan. Pada aspek finansial, usaha layak dijalankan dengan nilai Net Present Value sebesar Rp277.697.724, Benefit Cost Ratio 1,156, Internal Rate of Return 64,756%, Payback Period 2,669 tahun, dan Profitability Ratio 4,761. Penerapan teknologi wanamina dinilai layak dan berpotensi mendukung pengembangan usaha. Analisis SWOT menempatkan usaha pada sel grow and build dan kuadran II dengan strategi Strength–Threat, dengan strategi prioritas memperkuat sistem budidaya wanamina (ST 1) dengan bobot Vector Priority 0,349 dan CR 0,022 yang menunjukkan bahwa penilaian memenuhi tingkat konsistensi.
dc.description.abstractMud crab is a potential aquaculture commodity for development. However, it still faces challenges such as low productivity and survival rate. This condition is experienced by the Muge Crab group, which develops a mud crab fattening business using silvofishery technology. This study aimed to analyze the feasibility and formulate development strategies for mud crab fattening businesses using silvofishery technology. The study was conducted in Muara Gembong, Bekasi Regency, from October 2025 to May 2026. The analyses included non financial and financial feasibility studies, PESTLE, SWOT, and pairwise comparison. The results showed that the business was feasible, although some non financial aspects still required improvement. Financially, the business was feasible with a Net Present Value of IDR 277.697.724, a Benefit Cost Ratio of 1.156, an Internal Rate of Return of 64.756%, a Payback Period of 2.669 years, and a Profitability Ratio of 4.761. SWOT analysis placed the business in the grow and build cell and Quadrant II with a Strength–Threat strategy, with strengthening the silvofishery cultivation system (ST1) as the priority strategy, achieving a priority vector value of 0.349 and a consistency ratio of 0.022, indicating that the judgement were consistent.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStudi Kelayakan dan Strategi Pengembangan Bisnis Budidaya Penggemukan Kepiting dengan Penerapan Teknologi Wanamina di Muara Gembong Bekasiid
dc.title.alternativeFeasibility Study and Business Development Strategy of Crab Fattening Cultivation with the Application of Silvofishery Technology in Muara Gembong Bekasi
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbisnisid
dc.subject.keywordbudidaya kepitingid
dc.subject.keywordstrategiid
dc.subject.keywordstudi kelayakanid
dc.subject.keywordWanaminaid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record