| dc.description.abstract | Mastitis subklinis merupakan masalah salah satu utama dalam usaha peternakan sapi perah karena menurunkan kualitas dan produktivitas susu tanpa menunjukkan tanda klinis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko kejadian mastitis subklinis pada ternak sapi perah di Dusun Sumber Mulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada November–Desember 2025 dengan menggunakan 69 ekor sapi dari 30 peternak. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, uji mastitis IPB-1, pengukuran produksi susu, dan pengujian kualitas susu. Faktor risiko yang diamati meliputi umur sapi, riwayat
mastitis, produksi susu, tahap laktasi, Body Condition Skor (BCS), dan kebersihan ambing. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar kategori dan odds ratio untuk memperkirakan peluang kejadian mastitis, serta
uji Kruskal–Wallis digunakan untuk mengetahui perbedaan kualitas susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat mastitis, umur sapi, fase laktasi, BCS, dan kebersihan ambing berhubungan signifikan dengan mastitis subklinis (P < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan proporsi kejadian mastitis subklinis lebih tinggi pada sapi dengan riwayat mastitis, umur lebih tua, fase laktasi akhir, BCS rendah, dan kebersihan ambing yang buruk. | |