Show simple item record

dc.contributor.advisorGandi, Rajib
dc.contributor.authorShafira, Sheren Zulva
dc.date.accessioned2026-06-25T23:54:21Z
dc.date.available2026-06-25T23:54:21Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173696
dc.description.abstractWabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tahun 2022 dan 2024 menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak sapi perah, termasuk penurunan produksi susu dan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara modal sosial dan resiliensi komunitas Kelompok Peternak Sapi Perah Pamegatan dalam menghadapi wabah PMK. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif didukung data kualitatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 50 responden menggunakan simple random sampling dari 104 peternak terdampak, serta wawancara mendalam dengan informan kunci. Analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial dan resiliensi komunitas berada dalam kategori sedang. Terdapat hubungan signifikan antara modal sosial dengan kapasitas adaptif, kekuatan sumber daya, dan resiliensi komunitas secara keseluruhan, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah.Modal sosial berasosiasi dengan resiliensi peternak, namun efektivitasnya masih dibatasi oleh keterbatasan sumber daya material dan struktural.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleModal Sosial dan Resiliensi Komunitas Peternak Sapi Perah dalam Menghadapi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Kasus: Kelompok Peternak Sapi Perah Pamegatan)id
dc.title.alternativeSocial Capital and Resilience of Dairy Farmers in Facing the Foot and Mouth Disease Outbreak (Case: Pamegatan Dairy Farmers Group)
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordModal Sosialid
dc.subject.keywordPenyakit Mulut dan Kukuid
dc.subject.keywordresiliensi komunitasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record