Modal Sosial dan Resiliensi Komunitas Peternak Sapi Perah dalam Menghadapi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Kasus: Kelompok Peternak Sapi Perah Pamegatan)
Abstract
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tahun 2022 dan 2024 menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak sapi perah, termasuk penurunan produksi susu dan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara modal sosial dan resiliensi komunitas Kelompok Peternak Sapi Perah Pamegatan dalam menghadapi wabah PMK. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif didukung data kualitatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 50 responden menggunakan simple random sampling dari 104 peternak terdampak, serta wawancara mendalam dengan informan kunci. Analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa modal sosial dan resiliensi komunitas berada dalam kategori sedang. Terdapat hubungan signifikan antara modal sosial dengan kapasitas adaptif, kekuatan sumber daya, dan resiliensi komunitas secara keseluruhan, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah.Modal sosial berasosiasi dengan resiliensi peternak, namun efektivitasnya masih dibatasi oleh keterbatasan sumber daya material dan struktural.

