| dc.description.abstract | Pemilihan bakalan domba secara morfometrik penting untuk meningkatkan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik morfometrik domba F1 dorper dan domba garut, mengidentifikasi penciri utama ukuran dan bentuk tubuh dengan analisis komponen utama (AKU), menyusun model pendugaan bobot badan melalui principal component regression (PCR), serta menentukan indeks morfometrik. Penelitian menggunakan 166 ekor domba umur I0–I3 yang terdiri atas domba F1 dorper dan domba garut. Data dianalisis dengan uji t, AKU, PCR, dan indeks morfometrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba F1 Dorper memiliki performa morfometrik dan bobot badan yang lebih baik dibandingkan domba garut. Analisis Komponen Utama mengidentifikasi tinggi pundak sebagai penciri utama ukuran tubuh domba garut dan dalam dada pada domba F1 Dorper, sedangkan PCR menunjukkan bahwa peubah morfometrik dapat digunakan untuk menduga bobot badan. Indeks morfometrik menunjukkan bahwa kedua bangsa domba termasuk tipe pedaging, dengan domba F1 Dorper memiliki potensi produksi daging yang lebih baik dibandingkan domba garut. | |