Produktivitas Ulat Sutra Eri (Samia cynthia ricini) Galur Sintetik dengan Rekayasa Suhu Lingkungan Pemeliharaan
Date
2026Author
Lestari, Dara Ayu Putri
Endrawati, Yuni Cahya
Noor, Ronny Rachman
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri sutra, didukung oleh iklim tropis dan ketersediaan tanaman pakan. Ulat sutra eri (Samia cynthia ricini) merupakan jenis non-murbei yang telah banyak dikomersialkan sehingga diperlukan galur yang adaptif terhadap variasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh galur dan suhu pemeliharaan terhadap produktivitas ulat sutra eri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan uji lanjut Tukey. Peubah yang diamati meliputi morfometri larva, lama fase instar, mortalitas, produksi kokon, dan keberhasilan imago. Hasil menunjukkan bahwa suhu berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter, di mana suhu normal (25–27 °C) memberikan pertumbuhan yang lebih optimal, mortalitas lebih rendah, serta produksi kokon dan keberhasilan imago yang lebih tinggi dibandingkan dengan suhu tinggi (30–32 °C). Sementara itu, galur tidak berpengaruh nyata, meskipun secara rata-rata Prasojo cenderung menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi pada kondisi optimal. Dengan demikian, suhu menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas ulat sutra eri. Indonesia has significant potential for silk industry development due to its tropical climate and the availability of host plants. The eri silkworm (Samia cynthia ricini) is a widely commercialized non-mulberry species that requires strains adaptable to environmental variation. This study aimed to analyze the effects of strain and rearing temperature on eri silkworm productivity. The experiment used a factorial Completely Randomized Design with Tukey’s test. Parameters observed included larval morphometrics, instar duration, mortality, cocoon production, and adult emergence. Results showed that temperature significantly affected most parameters, with normal temperature (25–27°C) resulting in more optimal growth, lower mortality, and higher cocoon production and adult emergence than high temperature (30–32°C). Strain had no significant effect, although Prasojo tended to show higher growth under optimal conditions. Therefore, temperature is the main factor influencing eri silkworm productivity.

