Show simple item record

dc.contributor.advisorIndrasti, Nastiti Siswi
dc.contributor.advisorIsmayana, Andes
dc.contributor.authorNAJMI, DZILALIN
dc.date.accessioned2026-06-17T04:37:10Z
dc.date.available2026-06-17T04:37:10Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173448
dc.description.abstractIndustri Kecil dan Menengah (IKM) agroindustri berperan penting untuk perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja (sekitar 65%) yang secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan PDB. Provinsi dengan PDRB tertinggi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, memiliki 70,02% IKM bermasalah. Sektor IKM dengan permasalahan tertinggi adalah IKM agroindustri. Permasalahan yang dihadapi antara lain keterbatasan permodalan, kesulitan akses pasar, penerapan standar produksi yang belum optimal, serta minimnya adopsi teknologi. Pemerintah Jakarta Utara melalui SUDIN PPKUKM berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menyelenggarakan program pengembangan, akan tetapi program pengembangan yang diselenggarakan terfokus pada aspek ekonomi dan sosial, sementara aspek lingkungan dan teknologi cenderung diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan IKM agroindustri yang berkelanjutan di Jakarta Utara melalui pendekatan empat dimensi keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial, lingkungan, dan teknologi. Perumusan strategi pengembangan dalam penelitian ini dicapai melalui empat tahapan penelitian. Tahap pertama yaitu identifikasi kondisi eksisting. Tahap ini dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dengan pelaku IKM agroindustri otak-otak, staf pemerintah daerah, dan pakar akademisi, serta pemetaan aliran proses produksi dengan menggunakan Value Stream Mapping (VSM). Tahap kedua yaitu pembobotan indikator prioritas, Tahap ini menggunakan pendekatan metode Bayesian Best–Worst Method (Bayesian- BWM) untuk menghitung bobot relatif setiap indikator keberlanjutan berdasarkan penilaian kelompok pakar. Tahap ketiga yaitu penyusunan alternatif strategi pengembangan. Penyusunan alternatif strategi dilakukan dengan bantuan Matriks Eisenhower. Matriks tersebut mengkategorikan setiap alternatif strategi berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat urgensi. Tahap keempat yaitu penentuan strategi prioritas. Strategi prioritas ditentukan berdasarkan hasil analisis hirarki dan keterkaitan tiap strategi dengan menggunakan Interpretive Structural Modeling (ISM) dan kombinasi analisis MICMAC. Konsep Triple Bottom Line (TBL) digunakan sebagai dasar penyusunan indikator keberlanjutan tahap awal yang kemudian diperluas dengan penambahan dimensi teknologi. Implementasi setiap tahapan penelitian diharapkan mampu menghasilkan rumusan strategi pengembangan IKM agroindustri yang komprehensif, hierarkis, dan dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan bahwa IKM agroindustri di Jakarta Utara berada pada level perkembangan dasar. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar pelaku IKM didominasi oleh perempuan tamatan SD. Aktvitias produksi cenderung dilakukan secara mandiri tanpa bantuan karyawan dengan omset bulanan yang relatif rendah Rp1–3 juta. Hasil analisis kinerja dengan VSM diperoleh nilai Value Added Ratio (VAR) sebesar 11,49%, dengan pemborosan utama berupa penumpukan produk setengah jadi dengan lead time 3 hari. Margin keuntungan usaha sebesar 21,57% atau Rp3.710.000 per bulan. Profil dan karakteristik IKM tersebut menggambarkan bahwa IKM Otak-Otak memiliki keterbatasan kemampuan operasional dalam menjalankan praktik bisnisnya. Prioritas kriteria IKM berkelanjutan didapatkan melalui perhitungan nilai bobot terhadap 10 kriteria dan 40 subkriteria. Hasil perhitungan dengan B-BWM dengan bantuan software MATLAB menunjukkan bahwa kriteria dengan bobot tertinggi yaitu kinerja operasional dan kelembagaan (KE3, 0,1304), higiene dan sanitasi produksi (KL1, 0,1271), kompetensi SDM (KS1, 0,1135), dan dukungan pemerintah (KS3, 0,1133). Pada level sub kriteria, tiga subkriteria dengan bobot tertinggi adalah penerapan standar CPPOB dan Halal (KL24, 0,4634), perawatan higienitas peralatan produksi (KL13, 0,3908), serta penggunaan sistem pemasaran dan pembayaran digital (KT12, 0,3756). Perumusan alternatif strategi dengan Matriks Eisenhower menghasilkan tujuh alternatif strategi. Hasil analisis ISM-MICMAC menetapkan strategi Penguatan Kapasitas Tenaga Pendamping IKM (A2) sebagai strategi penggerak utama (key driver) pada kuadran independent. Strategi A2 berperan sebagai faktor kunci dan memiliki daya dorong tertinggi terhadap seluruh strategi lainnya. Sedangkan, strategi Penguatan Kelayakan Usaha dan Standarisasi Mutu Produksi (A1), Penguatan Ekosistem Digital dan Kelembagaan (A3), dan Peningkatan Kapasitas SDM (A5) berada pada kuadran keterkaitan. Implementasi ketiga strategi tersebut perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Strategi Integrasi Teknologi (A7) dan Pengelolaan Lingkungan Produksi Terpadu (A6) berada pada level atas dan berperan sebagai hasil dari penerapan strategi sebelumnya sehingga keberhasilan implementasinya bergantung pada keberhasilan strategi sebelumnya. Seluruh rangkaian strategi bermuara pada strategi Pengembangan Produk Unggulan Berbasis Inovasi dan Kolaborasi Pasar (A4) sebagai tujuan strategis jangka panjang. Hasil dari hierarki tersebut dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan implikasi kebijakan. Implikasi kebijakan yang dapat diberikan kepada pemerintah Jakarta Utara berdasarkan hasil penelitian yaitu optimalisasi pengembangan IKM berkelanjutan di Jakarta Utara dapat dimulai dengan pembangunan inkubator bisnis terintegrasi. Pembangunan proyek fisik inkubator bisnis tersebut dijadikan sebagai titik awal pengembangan, yakni digunakan sebagai tempat berkumpulnya seluruh aktor pengembangan IKM dan tempat penyelenggaraan setiap program pengembangan SUDIN PPKUKM. Sehingga nantinya seluruh program pengembangan IKM berkelanjutan di Jakarta Utara dapat terintegrasi dalam inkubator bisnis tersebut. Realisasi kebijakan tersebut akan membantu penerapan kebijakan selanjutnya diantaranya kebijakan untuk peningkatan fasilitas sertifikasi Halal dan BPOM, pengembangan literasi digital pelaku usaha, hingga penyediaan fasilitas pengelolaan limbah dan fasilitasi akses pasar yang lebih luas.
dc.description.sponsorshipLPDP RI
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSTRATEGI PENGEMBANGAN IKM AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN DI JAKARTA UTARAid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBayesian best–worst methodid
dc.subject.keywordIKM berkelanjutanid
dc.subject.keywordinterpretive structural modelingid
dc.subject.keywordmatrik Eisenhowerid
dc.subject.keywordstrategi pengembanganid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record