STRATEGI PENGEMBANGAN IKM AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN DI JAKARTA UTARA
Date
2026Author
NAJMI, DZILALIN
Indrasti, Nastiti Siswi
Ismayana, Andes
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri Kecil dan Menengah (IKM) agroindustri berperan penting untuk
perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja (sekitar 65%) yang
secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan PDB. Provinsi dengan PDRB
tertinggi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, memiliki 70,02% IKM bermasalah.
Sektor IKM dengan permasalahan tertinggi adalah IKM agroindustri. Permasalahan
yang dihadapi antara lain keterbatasan permodalan, kesulitan akses pasar,
penerapan standar produksi yang belum optimal, serta minimnya adopsi
teknologi. Pemerintah Jakarta Utara melalui SUDIN PPKUKM berusaha
menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menyelenggarakan program
pengembangan, akan tetapi program pengembangan yang diselenggarakan
terfokus pada aspek ekonomi dan sosial, sementara aspek lingkungan dan
teknologi cenderung diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan
strategi pengembangan IKM agroindustri yang berkelanjutan di Jakarta Utara
melalui pendekatan empat dimensi keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial,
lingkungan, dan teknologi.
Perumusan strategi pengembangan dalam penelitian ini dicapai melalui
empat tahapan penelitian. Tahap pertama yaitu identifikasi kondisi eksisting.
Tahap ini dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dengan pelaku IKM
agroindustri otak-otak, staf pemerintah daerah, dan pakar akademisi, serta
pemetaan aliran proses produksi dengan menggunakan Value Stream Mapping
(VSM). Tahap kedua yaitu pembobotan indikator prioritas, Tahap ini
menggunakan pendekatan metode Bayesian Best–Worst Method (Bayesian-
BWM) untuk menghitung bobot relatif setiap indikator keberlanjutan berdasarkan
penilaian kelompok pakar. Tahap ketiga yaitu penyusunan alternatif strategi
pengembangan. Penyusunan alternatif strategi dilakukan dengan bantuan Matriks
Eisenhower. Matriks tersebut mengkategorikan setiap alternatif strategi
berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat urgensi. Tahap keempat yaitu
penentuan strategi prioritas. Strategi prioritas ditentukan berdasarkan hasil
analisis hirarki dan keterkaitan tiap strategi dengan menggunakan Interpretive
Structural Modeling (ISM) dan kombinasi analisis MICMAC. Konsep Triple
Bottom Line (TBL) digunakan sebagai dasar penyusunan indikator keberlanjutan
tahap awal yang kemudian diperluas dengan penambahan dimensi teknologi.
Implementasi setiap tahapan penelitian diharapkan mampu menghasilkan rumusan
strategi pengembangan IKM agroindustri yang komprehensif, hierarkis, dan dapat
diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.
Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan bahwa IKM agroindustri di
Jakarta Utara berada pada level perkembangan dasar. Hal ini dibuktikan dengan
sebagian besar pelaku IKM didominasi oleh perempuan tamatan SD. Aktvitias
produksi cenderung dilakukan secara mandiri tanpa bantuan karyawan dengan
omset bulanan yang relatif rendah Rp1–3 juta. Hasil analisis kinerja dengan VSM
diperoleh nilai Value Added Ratio (VAR) sebesar 11,49%, dengan pemborosan
utama berupa penumpukan produk setengah jadi dengan lead time 3 hari. Margin
keuntungan usaha sebesar 21,57% atau Rp3.710.000 per bulan. Profil dan
karakteristik IKM tersebut menggambarkan bahwa IKM Otak-Otak memiliki
keterbatasan kemampuan operasional dalam menjalankan praktik bisnisnya.
Prioritas kriteria IKM berkelanjutan didapatkan melalui perhitungan nilai
bobot terhadap 10 kriteria dan 40 subkriteria. Hasil perhitungan dengan B-BWM
dengan bantuan software MATLAB menunjukkan bahwa kriteria dengan bobot
tertinggi yaitu kinerja operasional dan kelembagaan (KE3, 0,1304), higiene dan
sanitasi produksi (KL1, 0,1271), kompetensi SDM (KS1, 0,1135), dan dukungan
pemerintah (KS3, 0,1133). Pada level sub kriteria, tiga subkriteria dengan bobot
tertinggi adalah penerapan standar CPPOB dan Halal (KL24, 0,4634), perawatan
higienitas peralatan produksi (KL13, 0,3908), serta penggunaan sistem pemasaran
dan pembayaran digital (KT12, 0,3756).
Perumusan alternatif strategi dengan Matriks Eisenhower menghasilkan
tujuh alternatif strategi. Hasil analisis ISM-MICMAC menetapkan strategi
Penguatan Kapasitas Tenaga Pendamping IKM (A2) sebagai strategi penggerak
utama (key driver) pada kuadran independent. Strategi A2 berperan sebagai faktor
kunci dan memiliki daya dorong tertinggi terhadap seluruh strategi lainnya.
Sedangkan, strategi Penguatan Kelayakan Usaha dan Standarisasi Mutu Produksi
(A1), Penguatan Ekosistem Digital dan Kelembagaan (A3), dan Peningkatan
Kapasitas SDM (A5) berada pada kuadran keterkaitan. Implementasi ketiga
strategi tersebut perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Strategi
Integrasi Teknologi (A7) dan Pengelolaan Lingkungan Produksi Terpadu (A6)
berada pada level atas dan berperan sebagai hasil dari penerapan strategi
sebelumnya sehingga keberhasilan implementasinya bergantung pada
keberhasilan strategi sebelumnya. Seluruh rangkaian strategi bermuara pada
strategi Pengembangan Produk Unggulan Berbasis Inovasi dan Kolaborasi Pasar
(A4) sebagai tujuan strategis jangka panjang.
Hasil dari hierarki tersebut dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan
implikasi kebijakan. Implikasi kebijakan yang dapat diberikan kepada pemerintah
Jakarta Utara berdasarkan hasil penelitian yaitu optimalisasi pengembangan IKM
berkelanjutan di Jakarta Utara dapat dimulai dengan pembangunan inkubator
bisnis terintegrasi. Pembangunan proyek fisik inkubator bisnis tersebut dijadikan
sebagai titik awal pengembangan, yakni digunakan sebagai tempat berkumpulnya
seluruh aktor pengembangan IKM dan tempat penyelenggaraan setiap program
pengembangan SUDIN PPKUKM. Sehingga nantinya seluruh program
pengembangan IKM berkelanjutan di Jakarta Utara dapat terintegrasi dalam
inkubator bisnis tersebut. Realisasi kebijakan tersebut akan membantu penerapan
kebijakan selanjutnya diantaranya kebijakan untuk peningkatan fasilitas sertifikasi
Halal dan BPOM, pengembangan literasi digital pelaku usaha, hingga penyediaan
fasilitas pengelolaan limbah dan fasilitasi akses pasar yang lebih luas.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2470]

