Konsentrasi IgY dan Titer ND Ayam IPB D2 dengan Suplementasi Jamu pada Air Minum
Abstract
Ayam IPB D2 sebagai galur hasil seleksi berbasis imunokompetensi memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan kestabilan respons imun pada kondisi pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi konsentrasi imunoglobulin Y (IgY) dan titer antibodi Newcastle Disease (ND) pada ayam IPB D2 yang diberi suplementasi jamu herbal melalui air minum. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 × 3 yang terdiri atas dua perlakuan, yaitu tanpa jamu (kontrol) dan pemberian jamu herbal, serta tiga umur pengamatan (4, 8, dan 12 minggu) dengan empat ulangan. Sampel darah diambil dari 12 ekor ayam pada setiap perlakuan dan umur pengamatan. Konsentrasi IgY dianalisis menggunakan metode ELISA, sedangkan titer antibodi ND diuji dengan metode HI. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamu herbal dan interaksinya dengan umur tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi IgY maupun titer antibodi ND (P>0,05), sedangkan faktor umur berpengaruh nyata (P<0,05). IPB D2 chickens, as a line selected for immunocompetence, require further evaluation to ensure stable immune responses under field conditions. This study evaluated IgY concentration and ND antibody titers in IPB D2 chickens supplemented with herbal tonic through drinking water. The study used a completely randomized design (CRD) with a 2 × 3 factorial pattern consisting of treatment (control and herbal supplementation) and age (4, 8, and 12 weeks) with four replications. Blood samples were collected from 12 chickens in each treatment at each sampling time. IgY concentration was analyzed using ELISA, while ND antibody titers were measured using the HI test. Data were analyzed using ANOVA followed by Tukey’s test. The results showed that herbal supplementation and its interaction with age did not significantly affect IgY concentration and ND titer (P>0.05), whereas age had a significant effect (P<0.05).

