Morfometrik Kuda Sandelwood Betina Dewasa yang Dipelihara di Koperasi Jasa Andong Yogyakarta Berdasarkan Analisis Komponen Utama
Date
2026Author
BILQIS, ANISA
Mendrofa, Verika Armansyah
Aditia, Edit Lesa
Metadata
Show full item recordAbstract
Kuda Sandelwood merupakan rumpun kuda lokal yang memiliki daya adaptasi baik terhadap lingkungan tropis Indonesia. Kuda dimanfaatkan sebagai alat transportasi, rekreasi, dan olahraga. Penelitian ini bertujuan menganalisis morfometrik tubuh kuda Sandelwood betina dewasa di Koperasi Jasa Andong Yogyakarta dan menentukan penciri utama berdasarkan analisis komponen utama. Penelitian menggunakan 49 ekor kuda Sandelwood betina berumur 4–10 tahun, dianalisis secara deskriptif dan analisis komponen utama. Hasil data morfometrik relatif seragam (KK <15%). Empat komponen utama nilai eigen >1 menjelaskan keragaman 70,23%. Komponen utama pertama ukuran tubuh, komponen utama kedua panjang tubuh atas, komponen utama ketiga dimensi tungkai, dan komponen utama keempat bentuk kepala. Variabel penciri utama meliputi tinggi pundak, panjang ekor, panjang tungkai belakang, dan lebar kepala. Kuda Sandelwood betina di Yogyakarta cenderung sebagai kuda pekerja dan berpotensi sebagai kuda pacu. Sandelwood horses are a local horse breed with good adaptability to the tropical environment of Indonesia. These horses are utilized for transportation, recreation, and sports. This study aimed to analyze the body morphometrics of adult female Sandelwood horses at Koperasi Jasa Andong Yogyakarta and determine the main distinguishing characteristics based on principal component analysis. The study used 49 female Sandelwood horses aged 4–10 years, which were analyzed descriptively and using principal component analysis. The morphometric data showed relatively uniform variation (CV <15%). Four principal components with
eigenvalues >1 explained 70.23% of the total variation. The first principal component represented body size, the second represented upper body length, the third represented limb dimensions, and the fourth represented head shape. The main distinguishing variables included withers height, tail length, hind limb length, and head width. Female Sandelwood horses in Yogyakarta tended to be work horses and showed potential as racing horses.

