PROFIL PETERNAK DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN KUDA ANGGOTA KOPERASI JASA ANDONG WISATA YOGYAKARTA
Date
2026Author
RAHMA, NAZWA RIZKY
Mendrofa, Verika Armansyah
Dekrityana, Lucia Cyrilla Eko Nugrohowati Supriyadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Horse husbandry supports the traditional andong transportation system in the Special Region of Yogyakarta. However, information on the profiles of horse farmers and management of horse maintenance members of the Koperasi Jasa Andong WisataYogyakarta remains limited. This study aims to describe, identify, and analyze the profiles of horse farmers and horse care management among cooperative members. The research method employed descriptive analysis through interviews and observations of 90 farmers. The results indicate that farmers are generally experienced and regard horse husbandry as their primary business related to andong activities. Husbandry management encompasses housing, feed, health care, and waste management; however, practices remain based on farmers’ experience and knowledge, resulting in suboptimal outcomes, particularly regarding body weight based nutritional requirements. Therefore, regular extension services and mentoring are needed to improve the effectiveness and sustainability of the horse farming businesses of cooperative members. Pemeliharaan kuda merupakan pendukung transportasi tradisional andong di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, informasi profil peternak dan manajemen pemeliharaan pada anggota Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, mengidentifikasi, dan menganalisis profil peternak serta manajemen pemeliharaan kuda pada anggota koperasi. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif melalui wawancara dan observasi terhadap 90 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak umumnya berpengalaman dan menjadikan pemeliharaan kuda sebagai usaha utama yang berkaitan dengan aktivitas andong. Manajemen pemeliharaan meliputi aspek perkandangan, pakan, kesehatan dan perawatan, serta pengolahan limbah, namun praktiknya masih berbasis pengalaman dan pengetahuan peternak sehingga belum optimal, khususnya pada pemenuhan nutrisi berbasis bobot badan. Oleh karena itu, penyuluhan dan pendampingan secara berkala diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan usaha peternakan kuda anggota koperasi.

