Indikator Stres pada Puyuh Akhir Periode dengan Penambahan Tepung Daun Senduduk dalam Pakan
Abstract
Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan salah satu unggas yang berpotensi tinggi sebagai sumber protein hewani, namun produktivitasnya sering menurun akibat cekaman panas di lingkungan tropis, yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan penurunan performa, terutama pada akhir periode bertelur. Dampak stres panas yang berkelanjutan dapat dikendalikan melalui pemberian antioksidan, salah satunya daun senduduk (Melastoma malabathricum L.) yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami karena mengandung senyawa bioaktif tinggi seperti flavonoid dan polifenol. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan tepung daun senduduk dalam pakan terhadap indikator stres pada puyuh di akhir periode bertelur. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (pakan komersial dengan 2% tepung daun senduduk), P2 (pakan komersial dengan 4% tepung daun senduduk), dan P3 (pakan komersial dengan 6% tepung daun senduduk). Parameter yang diamatimeliputi saturasi oksigen, frekuensi pernapasan, suhu rektal, rasio H/L, kadar superoksida dismutase (SOD) hati, dan kadar malondialdehida (MDA) hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung daun senduduk berpengaruh nyata terhadap saturasi oksigen, kadar SOD hati, dan kadar MDA hati, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap
frekuensi pernapasan, suhu rektal, dan rasio H/L. Perlakuan terbaik diperoleh pada suplementasi tepung daun senduduk level 4% dengan nilai saturasi oksigen tertinggi dan dapat meningkatkan kadar SOD hati serta menurunkan kada MDA hati pada puyuh. Simpulan dari penelitian ini adalah tepung daun senduduk berpotensi sebagai sumber antioksidan alami dalam pakan untuk membantu menurunkan tingkat stres pada puyuh di akhir periode bertelur.

