Show simple item record

dc.contributor.advisorSyamsu, Khaswar
dc.contributor.advisorSunarti, Titi Candra
dc.contributor.advisorNurilmala, Mala
dc.contributor.advisorManalu, Lamhot Parulian
dc.contributor.authorHidayat, Taufik
dc.date.accessioned2026-06-03T00:18:39Z
dc.date.available2026-06-03T00:18:39Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173219
dc.description.abstractPermintaan terhadap cangkang kapsul lunak berbasis nabati meningkat seiring isu kehalalan, alergi terhadap gelatin hewani dan preferensi konsumen terhadap produk vegan. Kapsul lunak konvensional umumnya menggunakan gelatin sebagai bahan pembentuk cangkang, namun memiliki sejumlah keterbatasan, seperti kerentanan terhadap kelembaban, isu agama dan potensi degradasi termal. Oleh karena itu, pencarian alternatif bahan non-hewani menjadi penting. Pati termodifikasi, khususnya pati hidroksipropil singkong (PHPS) dan iota karagenan dipilih sebagai kandidat utama karena ketersediaannya tinggi di Indonesia serta sifat fungsionalnya yang mendukung pembentukan film elastis dan stabil. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi cangkang kapsul lunak berbasis PHPS dan iota karagenan dengan pendekatan optimasi formula scale-dwon methodology pada skala laboratorium. Penelitian dimulai dengan karakterisasi empat jenis pati termodifikasi, yaitu singkong, sagu, kentang dan jagung yang telah dimodifikasi melalui hidroksipropilasi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa PHPS memiliki derajat substitusi tertinggi (0,104), kelarutan dan swelling power optimal, serta viskositas puncak yang tinggi sehingga menjadikannya bahan dasar terbaik. Sementara itu, iota karagenan yang berasal dari rumput laut E. spinosum dipilih karena memiliki sifat elastis, mampu membentuk gel stabil dan kompatibel dengan pati untuk membentuk matriks film. Formula cangkang kapsul lunak kemudian dioptimalkan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan parameter evaluasi meliputi ketebalan film, kadar air, kekuatan burst, waktu disintegrasi, dan kelarutan. Formula optimum (TH2) terdiri atas 28,75% PHPS, 0,55% iota karagenan, 13,95% sorbitol, dan 11,53% gliserol. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa film kapsul memiliki ketebalan 0,081 mm, kadar air 9,3%, dan kekuatan burst sebesar 87 kPa. Formula ini memenuhi standar farmasetik untuk waktu disintegrasi dan kelarutan, serta menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan. Evaluasi umur simpan dengan pendekatan akselerasi kurva isotermis menunjukkan bahwa kapsul dapat bertahan hingga 3,6 tahun. Kapsul yang dihasilkan juga menunjukkan kemudahan sealing, kestabilan bentuk dan tidak mengalami kebocoran yang menunjukkan keberhasilan kombinasi bahan dalam menghasilkan cangkang kapsul lunak berbasis nabati. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan cangkang kapsul lunak nongelatin melalui pendekatan ilmiah yang terukur dan sistematis. Temuan ini membuka peluang untuk pengembangan cangkang kapsul lunak halal, vegan, dan ramah lingkungan, serta memperkuat potensi pemanfaatan sumber daya lokal seperti singkong dan rumput laut dalam sediaan farmasi dan suplemen kesehatan.
dc.description.sponsorshipBadan Riset Inovasi Nasional
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleOptimasi Formula Cangkang Kapsul Lunak Berbahan Baku Modifikasi Pati Hidroksipropil Dengan Penambahan Iota Karagenan Dan Plastisiserid
dc.title.alternativeOptimization of Soft Capsule Shell Formulation Based on Modified Hydroxypropyl Starch with the Addition of Iota-Carrageenan and Plasticizers
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordcangkang kapsul lunakid
dc.subject.keywordiota karagenanid
dc.subject.keywordOptimasiid
dc.subject.keywordpati hidroksipropil singkongid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record