Optimasi Formula Cangkang Kapsul Lunak Berbahan Baku Modifikasi Pati Hidroksipropil Dengan Penambahan Iota Karagenan Dan Plastisiser
Date
2026Author
Hidayat, Taufik
Syamsu, Khaswar
Sunarti, Titi Candra
Nurilmala, Mala
Manalu, Lamhot Parulian
Metadata
Show full item recordAbstract
Permintaan terhadap cangkang kapsul lunak berbasis nabati meningkat seiring isu kehalalan,
alergi terhadap gelatin hewani dan preferensi konsumen terhadap produk vegan. Kapsul lunak
konvensional umumnya menggunakan gelatin sebagai bahan pembentuk cangkang, namun memiliki
sejumlah keterbatasan, seperti kerentanan terhadap kelembaban, isu agama dan potensi degradasi
termal. Oleh karena itu, pencarian alternatif bahan non-hewani menjadi penting. Pati termodifikasi,
khususnya pati hidroksipropil singkong (PHPS) dan iota karagenan dipilih sebagai kandidat utama
karena ketersediaannya tinggi di Indonesia serta sifat fungsionalnya yang mendukung pembentukan
film elastis dan stabil. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi cangkang kapsul lunak
berbasis PHPS dan iota karagenan dengan pendekatan optimasi formula scale-dwon methodology pada
skala laboratorium.
Penelitian dimulai dengan karakterisasi empat jenis pati termodifikasi, yaitu singkong, sagu,
kentang dan jagung yang telah dimodifikasi melalui hidroksipropilasi. Hasil karakterisasi
menunjukkan bahwa PHPS memiliki derajat substitusi tertinggi (0,104), kelarutan dan swelling power
optimal, serta viskositas puncak yang tinggi sehingga menjadikannya bahan dasar terbaik. Sementara
itu, iota karagenan yang berasal dari rumput laut E. spinosum dipilih karena memiliki sifat elastis,
mampu membentuk gel stabil dan kompatibel dengan pati untuk membentuk matriks film. Formula
cangkang kapsul lunak kemudian dioptimalkan menggunakan Response Surface Methodology (RSM)
dengan parameter evaluasi meliputi ketebalan film, kadar air, kekuatan burst, waktu disintegrasi, dan
kelarutan.
Formula optimum (TH2) terdiri atas 28,75% PHPS, 0,55% iota karagenan, 13,95% sorbitol, dan
11,53% gliserol. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa film kapsul memiliki ketebalan 0,081 mm,
kadar air 9,3%, dan kekuatan burst sebesar 87 kPa. Formula ini memenuhi standar farmasetik untuk
waktu disintegrasi dan kelarutan, serta menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan.
Evaluasi umur simpan dengan pendekatan akselerasi kurva isotermis menunjukkan bahwa kapsul dapat
bertahan hingga 3,6 tahun. Kapsul yang dihasilkan juga menunjukkan kemudahan sealing, kestabilan
bentuk dan tidak mengalami kebocoran yang menunjukkan keberhasilan kombinasi bahan dalam
menghasilkan cangkang kapsul lunak berbasis nabati.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan cangkang kapsul lunak nongelatin
melalui pendekatan ilmiah yang terukur dan sistematis. Temuan ini membuka peluang untuk
pengembangan cangkang kapsul lunak halal, vegan, dan ramah lingkungan, serta memperkuat potensi
pemanfaatan sumber daya lokal seperti singkong dan rumput laut dalam sediaan farmasi dan suplemen kesehatan.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2465]

