Hubungan Karakteristik Anggota Kelompok PKK dengan Tingkat Partisipasinya dalam Kegiatan PKK (Kasus: Kelompok “PKK” RW 10 Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor)
Abstract
Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan organisasi nasional
yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan perempuan.
Permasalahan utama yang dihadapi adalah partisipasi anggota yang belum optimal,
sehingga menghambat efektivitas program PKK. Penelitian ini bertujuan menganalisis
kegiatan kelompok PKK, tingkat partisipasi anggota, serta hubungan antara karakteristik
anggota dengan tingkat partisipasinya dalam kegiatan PKK RW 10 Desa Cibanteng,
Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan campuran
(mixed method) model convergent parallel. Data kuantitatif dikumpulkan melalui sensus
(kuesioner) dan data kualitatif dikumpulkan melalui (wawancara mendalam serta
observasi). Analisis data meliputi analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa karakteristik demografis anggota tidak memiliki hubungan signifikan
dengan tingkat partisipasi, namun modal sosial terbukti berhubungan signifikan dengan
tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan PKK. Penelitian ini menyajikan model empiris
pemberdayaan masyarakat dan memberikan masukan konkret bagi PKK serta Pemerintah
Desa/Daerah dalam merumuskan strategi pemberdayaan yang lebih tepat sasaran dengan
memperkuat modal sosial untuk meningkatkan partisipasi dan kesejahteraan keluarga. Family Empowerment and Welfare (PKK) is a national organization that aims to
improve family welfare through women's empowerment. The main problem faced is the
suboptimal participation of members, thus hampering the effectiveness of the PKK
program. This study aims to analyze PKK group activities, member participation levels,
and the relationship between member characteristics and their participation levels in PKK
activities in RW 10 Cibanteng Village, Ciampea District, Bogor Regency. The study used
a mixed method approach with a convergent parallel model. Quantitative data were
collected through a census (questionnaire) and qualitative data were collected through (in-
depth interviews and observations). Data analysis included descriptive analysis and
correlation tests. The results showed that member demographic characteristics did not have
a significant relationship with participation levels, but social capital was proven to be
significantly related to the level of member participation in PKK activities. This study
presents an empirical model of community empowerment and provides concrete input for
the PKK and Village/Regional Governments in formulating more targeted empowerment
strategies by strengthening social capital to increase family participation and welfare.
