Perubahan Kualitas Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pascatransportasi tanpa Aerasi pada Kepadatan Ikan yang Berbeda
Date
2026Author
Prameswari, Windra Novia
Nugraha, Roni
Nurhayati, Tati
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas perikanan penting
dengan produksi tinggi, namun proses transportasi berisiko menurunkan kualitas
daging akibat stres, terutama pada kepadatan tinggi tanpa aerasi. Penelitian ini
bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan kepadatan transportasi terhadap
kualitas daging ikan nila. Tiga perlakuan kepadatan digunakan, yaitu 500, 625, dan
750 g/L. Parameter yang diamati meliputi kualitas air, kadar glukosa darah, pH,
Total Volatile Base (TVB), kapasitas mengikat air (WHC), cooking loss, serta
organoleptik selama penyimpanan suhu chilling (0–4 °C). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kepadatan tinggi menyebabkan penurunan kualitas air dan
peningkatan glukosa darah sebagai indikator stres. Mutu daging pada kepadatan
750 kg/m³ mengalami penurunan lebih cepat, ditandai dengan fluktuasi pH,
peningkatan TVB mendekati batas penerimaan, penurunan WHC, cooking loss
lebih tinggi, dan nilai organoleptik lebih rendah. Dengan demikian, kepadatan 500–
625 g/L lebih disarankan untuk mempertahankan kualitas daging ikan nila
pascatransportasi.
