Pemanfaatan Residu Garam Rumput Laut Sargassum sp. dengan Penambahan Mikroorganisme Lokal Eceng Gondok Menjadi Pupuk Bokashi
Abstract
Residu garam rumput laut (RGRL) Sargassum sp. merupakan hasil samping
dari pembuatan garam rumput laut yang masih mengandung unsur hara dan dapat
dimanfaatkan pada bidang non pangan. Salah satu pemanfaatannya adalah
pembuatan pupuk bokashi berbasis RGRL Sargassum sp. dengan penambahan
mikroorganisme lokal (MOL). Eceng gondok termasuk sebagai gulma yang
mempunyai kandungan cukup baik sebagai bahan baku dalam pembuatan starter
MOL. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik dengan
penambahan starter MOL eceng gondok dalam pembuatan pupuk bokashi
berdasarkan karakteristik unsur hara pada pupuk. Penelitian dimulai dengan
penyiapan MOL eceng gondok, pembuatan pupuk bokashi, pengujian kandungan
MOL dan pupuk hingga analisis data. Pengujian yang dilakukan pada pupuk
bokashi diantaranya pH, kadar air, rasio C/N, C–organik, N–total, Fosfor dan
Kalium. Konsentrasi terbaik pada pupuk bokashi adalah perlakuan F4 (RGRL
Sargassum sp. 63%; sekam 0%, dedak 3%; MOL 34%) yang mempunyai
kandungan Rasio C/N 39,90; pH 8,43; Kadar air 41,64%; C-organik 43,72%; N
total 1,25%; Fosfor 0,16%; Kalium 4,17% dan total NPK 5,58%. Perlakuan tersebut
memberikan kandungan yang sudah memenuhi standar yang ditetapkan, kecuali
kadar air dan rasio C/N yang masih terlalu tinggi sehingga belum memenuhi standar.
