Show simple item record

dc.contributor.advisorMaulana, Fajar
dc.contributor.advisorSoelistyowati, Dinar Tri
dc.contributor.authorZayn, Nazifa Ayesha
dc.date.accessioned2026-01-30T09:02:03Z
dc.date.available2026-01-30T09:02:03Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172418
dc.description.abstractRasio jenis kelamin pada ikan cichlid hias menjadi faktor penting karena ikan jantan diketahui tumbuh lebih cepat dan memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan betina, sehingga lebih menguntungkan secara ekonomi. Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah ikan jantan adalah dengan maskulinisasi. Ikan blue polar cichlid digunakan sebagai ikan model pada penelitian ini karena perawatannya mudah, tahan berbagai kondisi lingkungan, kemampuan berkembang biak yang tinggi, dan sering digunakan sebagai model penelitian dalam studi reproduksi. Alternatif pengganti hormon sintetis untuk maskulinisasi adalah bahan alami seperti air kelapa, karena kandungan kaliumnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konsentrasi air kelapa sebagai bahan maskulinisasi ikan cichlid blue polar. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), dengan dua kontrol dan tiga perlakuan, masing- masing tiga ulangan. Perlakuan MT menggunakan 17a-metiltestosterone (MT), perlakuan K0 tanpa menggunakan bahan apapun, perlakuan K25, K35, dan K45 secara berturut-turut menggunakan air kelapa konsentrasi 25%, 35%, dan 45%. Nisbah kelamin jantan (NKJ) pada perlakuan K0 sebesar 53,33±6,67%, tidak berbeda nyata dengan perlakuan K25, namun berbeda nyata dengan perlakuan K35, K45, dan MT. Perlakuan K45 menunjukkan NKJ tertinggi (85,87±7,38%) dan tidak berbeda nyata dengan kontrol menggunakan MT (91,11±10,18%), serta memiliki tingkat kelangsungan hidup selama perlakuan sebesar 92,00±0,04% dan tingkat kelangsungan hidup selama pemeliharaan sebesar 100%.
dc.description.abstractThe sex ratio in ornamental cichlid fish is an important factor because males are known to grow faster and have brighter colors than females, making them more economically profitable. One effort to increase the number of male fish is through masculinization. The blue polar cichlid fish was used as a model fish in this study because it is easy to care for, resistant to various environmental conditions, has a high breeding ability, and is often used as a research model in reproductive studies. Alternatives to synthetic hormones for masculinization are natural ingredients such as coconut water, due to its high potassium content. This study aims to analyze the effectiveness of coconut water doses as a masculinizing agent for blue polar cichlid fish. This study used a completely randomized design (CRD) method, with two controls and three treatments, each with three replications. The MT treatment used 17a-methyltestosterone (MT), the K0 treatment did not use any ingredients, and treatments K25, K35, and K45 used coconut water at doses of 25%, 35%, and 45%, respectively. The male sex ratio in the K0 treatment was 53.33±6.67%, not significantly different from the K25 treatment, but significantly different from the K35, K45, and MT treatments. The K45 treatment showed the highest male sex ratio (85.87±7.38%) and was not significantly different from the MT control (91.11±10.18%), and had a survival rate during treatment of 92.00±0.04% and a survival rate during maintenance of 100%.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEfektivitas Perbedaan Konsentrasi Air Kelapa (Cocos nucifera) untuk Maskulinisasi Ikan Blue Polar Cichlidid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordcichlidid
dc.subject.keywordkonsentrasiid
dc.subject.keywordkelapaid
dc.subject.keywordMaskulinisasiid
dc.subject.keywordperendamanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record