Pengendalian Kualitas Lapis Bogor ABC Varian Brownies Keju di PT XYZ dengan Pendekatan Six Sigma
Date
2025Author
Sigalingging, Sesilia Suarni Rotua
Syamsu, Khaswar
Marimin
Metadata
Show full item recordAbstract
Lapis Bogor ABC varian brownies keju merupakan salah satu produk unggulan PT XYZ yang menggunakan talas bogor (Colocasia esculenta) sebagai bahan utama. Saat ini, perusahaan menghadapi permasalahan terkait tingginya tingkat cacat pada produk varian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab cacat produk serta memberikan saran pengendalian mutu untuk menurunkan tingkat kecacatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan six sigma dengan tahapan DMAIC yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Pada tahap define ditemukan bahwa jenis cacat dominan adalah tekstur rapuh dan mudah hancur yang menyumbang lebih dari 80 persen dari total cacat. Tahap measure menunjukkan level sigma produk sebesar 5,03. Melalui diagram tulang ikan pada tahap analyze teridentifikasi lima faktor utama penyebab cacat yaitu manusia, mesin, bahan baku, lingkungan, dan metode. Rekomendasi perbaikan disusun pada tahap improve untuk mengurangi cacat dominan dan meningkatkan kualitas produk. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena tahap control belum sepenuhnya diterapkan akibat keterbatasan waktu dan ruang lingkup yang hanya mencakup satu varian produk. Lapis Bogor ABC cheese brownie variant is one of XYZ Co.'s flagship products made using Bogor taro (Colocasia esculenta) as the main ingredient. The company is currently facing issues with a high rate of product defects in this variant. This study aims to identify the types and causes of product defects and provide quality control recommendations to reduce the defect rate. The research follows the six sigma methodology using the DMAIC stages which are Define, Measure, Analyze, Improve, and Control. In the Define stage the dominant defects were identified as brittle and easily crumbled texture contributing to more than 80 percent of total defects. The Measure stage recorded a sigma level of 5.03. A fishbone diagram in the Analyze stage identified five main causes of defects including human factors, machines, raw materials, environment, and methods. Improvement recommendations were developed in the Improve stage to reduce dominant defects and enhance product quality. How ever the study is limited by the incomplete implementation of the Control phase due to time constraints and the scope being limited to only one product variant.
