| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara agraris, negara yang 30 % penduduk kerja
aktifnya bekerja di bidang pertanian. Kegiatan pertanian atau bidang lainnya yang
mendukung dari sektor hulu ke hilir disebut agribisnis (Sudana 2005).
Perkembangan sektor agribisnis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak
terlepas dari industri penunjang yang mendukung majunya sektor pertanian. Salah
satu industri penunjang tersebut berasal dari sub sektor agribisnis, yaitu industri
pupuk. Indonesia pertama kali mendirikan perusahaan pupuk yang bernama Pupuk
Sriwidjaja (PUSRI).
PT Pusri mulai mendapatkan pesaing baru dari Cina pada tahun 2000. Impor
pupuk mengalami peningkatan yang sangat tinggi pada tahun 2010 hingga sekarang.
Tingginya impor pupuk yang berasal dari Cina ternyata berimbas pada menurunya
penjualan PT Pusri, tetapi ada perusahaan pupuk nasional yang dapat bertahan pada
gempuran pupuk impor Cina. Hal ini terlihat dari penjualan PT Petro Kimia dan PT
Pupuk Kaltim tidak mengalami penurunan. Pada kondisi persaingan yang ketat,
mencari pelanggan baru membutuhkan biaya dan waktu yang lebih besar
dibandingkan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Perusahaan
menghabiskan biaya lima kali lebih banyak untuk mendapatkan pelanggan baru
daripada mempertahankan yang sudah ada (Kotler dan Keller 2012). Salah satu
hambatan untuk pindah (switching barrier) yang dapat dilakukan untuk tetap
mempertahankan pelanggan yakni dengan cara membentuk atau menumbuhkan
loyalitas pada pelanggan. Pihak perusahaan perlu berfokus mengenai faktor apa saja
yang mempengaruhi loyalitas dan bagaimana memperbaiki atau meningkatkan
faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas tersebut. Pada pembentukannya,
loyalitas dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan yang dipengaruhi oleh bauran
pemasaran. Dimensi dalam bauran pemasaran mempengaruhi loyalitas secara tidak
langsung melalui kepuasan pelanggan.
Penelitian ini dilakukan di daerah Sumatera Selatan. Pemilihan ini dilakukan
secara sengaja karena Sumatera Selatan merupakan pasar terbesar PT Pusri.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2018. Teknik pengumpulan
contoh pada penelitian ini berdasarkan metode non-probability sampling yang
melibatkan teknik convenience sampling. Menurut Sumarwan et al. (2015), nonprobability
sampling berarti dalam penentuan sampel (contoh) tidak diperlukan
peluang sehingga data yang dihasilkan hanya berlaku bagi orang yang menjadi
responden penelitian.
Berdasarkan hasil analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi
keputusan pembelian pupuk PT Pusri, maka dapat diambil kesimpulan untuk
menjawab tujuan penelitian. Tingkat kepuasan pelanggan pupuk PT Pusri berada
pada kategori puas dengan nilai sebesar 67.8 persen. Sementara tingkat loyalitas
pelanggan pupuk PT Pusri berada pada tingkat loyal dengan nilai 64.51 persen.
Faktor-faktor dari bauran pemasaran yang berpengaruh secara signifikan terhadap
kepuasan pelanggan pupuk PT Pusri adalah Product (produk) dan Price (harga).
Faktor dari Place (tempat) dan Promotion (promosi) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Sementara itu, kepuasan pelanggan
memiliki pengaruh yang signifikan dalam pembentukan loyalitas.
Berdasarkan hasil evaluasi diagram IPA urutan tingkat prioritas utama perbaikan
yang sebaiknya dilakukan PT Pusri adalah (1) Harga Bersaing, (2) Performance, (3)
Harga Sesuai dengan Kualitas, (4) Harga Terjangkau, (5) Features, (6) Reliability,
dan (7) Durability. Indikator yang menjadi prioritas utama yaitu harga yang
bersaing. Cara meningkatkan kinerjanya adalah dengan mengurangi kinerja dari
indikator Features, Reliability, dan Durability. Implikasi manajerial yang dapat
dilakukan adalah pada elemen produk, dapat diterapkan strategi diferensiasi Quality
Aesthetics. Pada elemen harga dapat dilakukan pembuatan pabrik baru yang dapat
menggantikan tiga pabrik lama. | |