Show simple item record

dc.contributor.advisorNajib, Mukhamad
dc.contributor.advisorHermadi, Irman
dc.contributor.authorBangsa, Bentar Dwika Putra
dc.date.accessioned2025-08-07T10:04:41Z
dc.date.available2025-08-07T10:04:41Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167766
dc.description.abstractOnline peer-to-peer lending sebagai industri finansial yang baru muncul dari inovasi pembiayaan traditional dengan memanfaatkan teknologi. Industri ini sukses berkembang di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Cina, dan sekarang sedang berkembang di Indonesia. Pasar di Indonesia masih belum siap untuk menerima industri ini. Pernyataan ini dapat digambarkan dengan tren aktifitas pendana pada salah satu perusahaan peer-to-peer lending di Indonesia (PT XYZ). Rasio aktifitas deposit pendana dalam 6 bulan (September 2016 – Februari 2017) turun dari 21% sampai 14%. Berdasarkan trend tersebut, membutuhkan model untuk mengukur kepercayaan dan menganalisis faktor yang mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi di dalam platform ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausal yaitu untuk menganalisa satu variabel menjadi penyebab terhadap variabel lainnya. Pengukuran pada penelitian ini menggunakan dua metode kuantitatif, yaitu analisa deskriptif dan metode survei. Analisa deskriptif menjelaskan mengenai demografi responden berdasarkan hasil kuesioner. Survei dilakukan secara online melalui survei online (google form) dan responden merupakan pendana yang sudah terdaftar di dalam platform. Alat analisa menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan alternatif metode varian atau komponen SEM yang disebut sebagai PLS SEM dengan bantuan SmartPLS versi 3.2.6. Hasil menunjukkan bahwa hubungan penerimaan teknologi dengan keinginan untuk berinvestasi tidak signifikan 1.83 (t-hitung < 1,96). Hal ini berarti bahwa teknologi digunakan sebagai platform yang merupakan hal yang umum bagi pendana. Hubungan antara kepercayaan kepada perantara dan peminjam terhadap keinginan berinvestasi mempunyai nilai signifikan 6,82 dan 3,69 (t-hitung > 1,96). Hal tersebut berarti bahwa perantara harus memastikan pendanaan dikelola secara benar dan transparan, serta peminjam harus dapat memastikan pendana bahwa mereka bisa membayar pinjaman tersebut.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Model Keinginan Berinvestasi Perdana Pada Online Peer-To Peer Lending (Studi Kasus: Pt Xyz)id
dc.subject.keywordModel Kepercayaanid
dc.subject.keywordModel Penerimaan Teknologiid
dc.subject.keywordPeer-To Peer Lendingid
dc.subject.keywordTeknologi Keuanganid
dc.subject.keywordStructural Equation Modeling (Sem)id
dc.subject.keywordAnalisis Deskriptifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record