Peningkatan Efisiensi Manajemen Rantai Pasok Melalui Pengendalian Persediaan Filler dan Bahan Kemasan Roti Manis Di Pt. Nippon Indosari Corpindo
View/ Open
Date
2011Author
Purnamasari, Hikmah
Gumbira-Sa'Id, E.
Sukardi
Metadata
Show full item recordAbstract
Untuk dapat memenangkan persaingan, tidak hanya inovasi yang perlu
dilakukan oleh suatu perusahaan, tetapi juga bagaimana agar bisnis yang
dijalankan dapat berjalan secara efektif dan efisien (low cost). Industri roti
merupakan salah satu perusahaan yang memerlukan inovasi, efektifitas serta
efisiensi dalam aktivitas perusahaan. PT. Nippon Indosari Corpindo z(PT. NIC)
merupakan perusahaan pertama dan terbesar di Indonesia yang memproduksi roti
secara massal dengan merek Sari Roti. Dari dua jenis roti yang dipasarkan PT.
NIC, roti manis memiliki tingkat penjualan yang jauh lebih tinggi dibandingkan
jenis roti tawar. Dalam hal persediaan, roti manis memiliki tingkat kompleksitas
yang tinggi dalam penyediaan bahan baku. Selain bahan baku utama terdapat
bahan kemasan dan bahan pendukung yang menjadi penentu dalam menghasilkan
roti manis yaitu filler. Tingkat permintaan roti manis yang sangat berfluktuatif
mengharuskan perusahaan untuk selalu menyediakan persediaan dalam jumlah
yang cukup besar guna mengatasi lonjakan permintaan. Pengendalian persediaan
yang baik akan mendukung performa Supply Chain Management (SCM) yang
juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan suatu perusahaan. Untuk
itu, fenomena rantai pasokan ini penting untuk dikaji guna mengatasi
permasalahan yang terjadi didalam rantai pasokan, khususnya pada pengendalian
persediaan yang diterapkan perusahaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis model persediaan bahan
pelengkap (filler) dan bahan kemasan pada roti manis, serta memberikan
rekomendasi model persediaan filler dan bahan kemasan untuk meningkatkan
kinerja rantai pasok di PT. NIC. Dalam identifikasi permasalahan di sepanjang
rantai pasok serta upaya peningkatan kinerja rantai pasok, maka dilakukan analisis
SCM dengan menggunakan metode SCOR. Melalui analisis SCM tersebut,
ditemukan permasalahan di bagian Production, Planning, and Inventory Control
(PPIC) yaitu terdapat sisa stok yang cukup besar pada filler dan bahan kemasan....dst.
Collections
- MT - Business [4057]
