Show simple item record

dc.contributor.advisorAchsani, Noer Azam
dc.contributor.advisorBeik, Irfan Syauqi
dc.contributor.authorWidokartiko, Bayu
dc.date.accessioned2025-08-07T09:41:30Z
dc.date.available2025-08-07T09:41:30Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167209
dc.description.abstractProfitabilitas merupakan faktor penting dalam menilai kesehatan bank. Profitabilitas diukur dengan menggunakan berbagai metode pendekatan. Salah satunya nilai Return on Asset (ROA). Secara teoritis profitabilitas bank syariah dan konvensional memiliki perilaku yang berbeda. Sistem yang digunakan bank konvensional akan mengikuti ketentuan Tingkat BI Rate di Indonesia. Berbeda dengan bank syariah menggunakan sistem bagi hasil/ Profit Loss Sharing (PLS). Pencapaian perbankan terhadap profitabilitas tidak lepas dari kegiatan wilayah beroperasi. Dalam wilayah operasi tersebut memiliki berbagai kondisi yang di gambarkan sebagai variabel makro ekonomi. Hal ini memunculkan dugaan bahwa antara variabel kinerja internal dan kondisi makro ekonomi tersebut memiliki pengaruh terhadap nilai proftablitas yang di hasilkan oleh perbankan. Menggunakan kausalitas granger dan Vector Auto regressif (VAR) / Vector Error Correction Model (VECM), untuk meneliti efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap variabel-variabel yang memiliki keterkaitan. Di lanjutkan dengan menggunakan analisa Impulse Respon Function (IRF) untuk dapat mengetahui guncangan variabel makro ekonomi yang berpengaruh terhadap profitabilitas dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) untuk mengetahui variable yang memberikan tekanan/ pengaruh terhadap profitabilitas perbankan. Hasil kausalitas granger menerangkan bahwa kondisi makro ekonomi hanya berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan kovensional. Kondisi makro ekonomi yang berpengaruh adalah BI Rate dan harga minyak dunia (OIL). Sektor kinerja internal yang berpengaruh adalah Non Performing Loan (NPL). Pada bank syariah tidak terdapat pengaruh dari kondisi makro ekonomi maupun inerja internal. Hal ini membuktikan bahwa sistem bagi hasil yang ditetapkan dimuka pada bank syariah dapat menghindarkan dari pengaruh kondisi makro ekonomi dan kinerja internal, berbeda dengan bank konvensional yang menganut sistem suku bunga bank yang mengacu BI Rate. Fluktuasi profitabilitas bank konvensional terpengaruh oleh pergerakan BI Rate yang dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi. Sesuai dengan penelitian Ascarya (2012) yang menyatakan bahwa variabel-variabel konvensional yang utamanya adalah variabel sektor finansial, secara alamiah memiliki andil dalam memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Impulse Respon Function (IRF) menerangkan terdapat perbedaan pada bank konvensional dan syariah atas profitabilitas yang didapatkan atas terjadinya guncangan kondisi mako ekonomi. Guncangan BI Rate yang terjadi berdampak negatif terhadap perbankan konvensional dan syariah. Pada bank syariah memiliki nilai negatif lebih besar dari pada bank konvensional. Guncangan kurs berakibat profitabilitas bank konvensional berada pada area positif dan perbankan syariah berada pada area negatif. Perbedaan ini menunjukkan bahwa perbankan syariah subtitusi perbankan konvensional.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleDampak Kinerja Internal dan Kondisi Makro Ekonomi Terhadap Profitabilitas Pada Perbankanid
dc.subject.keywordImpulse Responseid
dc.subject.keywordKausalitas Grangerid
dc.subject.keywordProfitabilitas Perbankanid
dc.subject.keywordVariance Decompositionid
dc.subject.keywordVector Autoregressionid
dc.subject.keywordVector Error Correction Modelid
dc.subject.keywordUji Varid
dc.subject.keywordUji Lag Optimalid
dc.subject.keywordUji Kointegrasiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record