Dampak Kinerja Internal dan Kondisi Makro Ekonomi Terhadap Profitabilitas Pada Perbankan
View/ Open
Date
2015Author
Widokartiko, Bayu
Achsani, Noer Azam
Beik, Irfan Syauqi
Metadata
Show full item recordAbstract
Profitabilitas merupakan faktor penting dalam menilai kesehatan bank.
Profitabilitas diukur dengan menggunakan berbagai metode pendekatan. Salah
satunya nilai Return on Asset (ROA). Secara teoritis profitabilitas bank syariah
dan konvensional memiliki perilaku yang berbeda. Sistem yang digunakan bank
konvensional akan mengikuti ketentuan Tingkat BI Rate di Indonesia. Berbeda
dengan bank syariah menggunakan sistem bagi hasil/ Profit Loss Sharing (PLS).
Pencapaian perbankan terhadap profitabilitas tidak lepas dari kegiatan
wilayah beroperasi. Dalam wilayah operasi tersebut memiliki berbagai kondisi
yang di gambarkan sebagai variabel makro ekonomi. Hal ini memunculkan
dugaan bahwa antara variabel kinerja internal dan kondisi makro ekonomi
tersebut memiliki pengaruh terhadap nilai proftablitas yang di hasilkan oleh
perbankan.
Menggunakan kausalitas granger dan Vector Auto regressif (VAR) / Vector
Error Correction Model (VECM), untuk meneliti efek jangka pendek dan jangka
panjang terhadap variabel-variabel yang memiliki keterkaitan. Di lanjutkan
dengan menggunakan analisa Impulse Respon Function (IRF) untuk dapat
mengetahui guncangan variabel makro ekonomi yang berpengaruh terhadap
profitabilitas dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) untuk
mengetahui variable yang memberikan tekanan/ pengaruh terhadap profitabilitas
perbankan.
Hasil kausalitas granger menerangkan bahwa kondisi makro ekonomi hanya
berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan kovensional. Kondisi makro
ekonomi yang berpengaruh adalah BI Rate dan harga minyak dunia (OIL). Sektor
kinerja internal yang berpengaruh adalah Non Performing Loan (NPL). Pada bank
syariah tidak terdapat pengaruh dari kondisi makro ekonomi maupun inerja
internal. Hal ini membuktikan bahwa sistem bagi hasil yang ditetapkan dimuka
pada bank syariah dapat menghindarkan dari pengaruh kondisi makro ekonomi
dan kinerja internal, berbeda dengan bank konvensional yang menganut sistem
suku bunga bank yang mengacu BI Rate. Fluktuasi profitabilitas bank
konvensional terpengaruh oleh pergerakan BI Rate yang dipengaruhi oleh kondisi
makro ekonomi. Sesuai dengan penelitian Ascarya (2012) yang menyatakan
bahwa variabel-variabel konvensional yang utamanya adalah variabel sektor
finansial, secara alamiah memiliki andil dalam memicu inflasi dan menghambat
pertumbuhan ekonomi.
Impulse Respon Function (IRF) menerangkan terdapat perbedaan pada bank
konvensional dan syariah atas profitabilitas yang didapatkan atas terjadinya
guncangan kondisi mako ekonomi. Guncangan BI Rate yang terjadi berdampak
negatif terhadap perbankan konvensional dan syariah. Pada bank syariah memiliki
nilai negatif lebih besar dari pada bank konvensional. Guncangan kurs berakibat
profitabilitas bank konvensional berada pada area positif dan perbankan syariah
berada pada area negatif. Perbedaan ini menunjukkan bahwa perbankan syariah
subtitusi perbankan konvensional.
Collections
- MT - Business [4109]

