Show simple item record

dc.contributor.advisorAfnan, Rudi
dc.contributor.advisorUlupi, Niken
dc.contributor.authorCristy, Shufy Lahiriani
dc.date.accessioned2025-06-26T00:39:20Z
dc.date.available2025-06-26T00:39:20Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163056
dc.description.abstractSuhu di luar zona nyaman puyuh dapat memicu stres panas pada puyuh sehingga diperlukan penambahan antioksidan untuk mengurangi stres tersebut. Pengaruh pemberian ekstrak daun bandotan dalam air minum sebagai anti stres pada puyuh dan dampaknya pada organ pencernaan dan ketahanan tubuh belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ekstrak daun bandotan dalam air minum terhadap karakteristik organ pencernaan dan ketahanan tubuh puyuh betina. Peubah yang diamati meliputi persentase bobot dan panjang relatif organ pencernaan, persentase bobot organ ketahanan tubuh, serta total leukosit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan. Setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Dosis perlakuan yang diberikan adalah 0% (P0) sebagai kontrol; 0,15% (P1); 0,30% (P2); dan 0,45% (P3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun bandotan dalam air minum tidak berpengaruh nyata terhadap esofagus, tembolok, ventrikulus, duodenum, jejunum, ileum, sekum, usus besar, hati, pankreas, bursa Fabricius, limpa, dan total leukosit. Akan tetapi, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase bobot dan panjang relatif proventrikulus.
dc.description.abstractTemperatures outside the quail's comfort zone can cause heat stress, requiring antioxidants to reduce its effects. Bandotan leaf extract in drinking water shows potential as an anti-stress agent, but its impact on digestive organs and immunity in female quail has been little studied. This study aimed to analyze the effect of bandotan leaf extract in drinking water on the digestive organs and body resistance of female quail. Observed variables included the percentage of weight and relative length of digestive organs, weight percentage of immune organs, and total leukocytes. A completely randomized design (CRD) was used with four treatment levels and five replications: 0% (P0/control), 0.15% (P1), 0.30% (P2), and 0.45% (P3). Results showed no significant effect on the esophagus, crop, ventriculus, duodenum, jejunum, ileum, cecum, colon, liver, pancreas, bursa of Fabricius, spleen, and total leukocytes. However, there was a significant effect (P<0.05) on the percentage of weight and relative length of the proventriculus.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKarakteristik Organ Pencernaan dan Ketahanan Tubuh Puyuh Betina dengan Pemberian Ekstrak Bandotan dalam Air Minumid
dc.title.alternativeCharacteristics of Digestive Organs and Body Resistance of Female Quail Fed with Bandotan Extract in Drinking Water
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbandotanid
dc.subject.keywordorganid
dc.subject.keywordpuyuhid
dc.subject.keywordstres panasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record