| dc.contributor.advisor | Yani, Ahmad | |
| dc.contributor.advisor | Baihaqi, Muhamad | |
| dc.contributor.author | Gunawan, Syahrul | |
| dc.date.accessioned | 2025-06-02T23:22:15Z | |
| dc.date.available | 2025-06-02T23:22:15Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161850 | |
| dc.description.abstract | Subsektor peternakan memiliki peran penting dalam ketahanan pangan dan
ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan ternak domba. Kecamatan
Cibungbulang, Kabupaten Bogor, memiliki potensi sumber daya yang dapat mendukung
pengembangan budidaya ternak domba, berdasarkan sumber daya peternakan baik dari
ketersediaan pakan, sumber daya manusia, pasar, dan kelembagaan peternakan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis potensi sumber daya peternakan berdasarkan ketersediaan
hijauan pakan menggunakan metode Kapasitas Penambahan Populasi Ternak Ruminansia
(KPPTR) untuk menghitung kapasitas maksimum ternak pada Kecamatan Cibungbulang
Kabupaten Bogor dan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk
menentukan potensi sumber daya peternakan berdasarkan para ahli. Data diperoleh melalui
survei dan wawancara terhadap 93 peternak serta responden ahli sebanyak enam responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan pakan menjadi faktor utama dalam
pengembangan ternak domba dengan bobot AHP sebesar 0,421, diikuti oleh sumber daya
manusia 0,299, pasar 0,154, dan kelembagaan peternakan 0,126. Berdasarkan perhitungan
KPPTR, Kecamatan Cibungbulang masih memiliki potensi untuk penambahan populasi
ternak domba sebesar 4304,98 ST. Dengan hal ini, pengembangan ternak domba di
Kecamatan Cibungbulang masih dapat ditingkatkan | |
| dc.description.abstract | The livestock subsector plays a crucial role in ensuring food security and
supporting the economic well-being of communities, particularly through the development
of sheep farming. Cibungbulang District, located in Bogor Regency, possesses resource
potential that supports the growth of sheep farming, including forage availability, human
resources, market access, and institutional support. This study aims to analyze the potential
of livestock resources, focusing on forage availability using the Ruminant Livestock
Population Increase Capacity (KPPTR) method to estimate the maximum livestock
capacity, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the livestock
resource potential based on expert judgment. Data were collected through surveys and
interviews involving 93 sheep farmers and six expert respondents. The results show that
feed availability is the most influential factor in sheep farming development, with the
highest AHP weight of 0.421, followed by human resources 0.299, market access 0.154,
and livestock institutions 0.126. Based on KPPTR calculations, Cibungbulang District has
the potential to support an additional 4304,98 Livestock Units (LU) of sheep. These
findings indicate that sheep farming in the district can still be sustainably developed and
expanded. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Analisis Potensi Sumber Daya Peternakan untuk Pengembangan Budidaya Ternak Domba di Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor | id |
| dc.title.alternative | Analysis of Potential Livestock Resources for The Development of Sheep Farming in Cibungbulang District, Bogor Regency | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | AHP | id |
| dc.subject.keyword | kapasitas ternak | |
| dc.subject.keyword | peternak | |
| dc.subject.keyword | ternak domba | |